Butterfly 07 ( Daruno Dimitri )

Butterfly 07 ( Daruno Dimitri )

  • WpView
    Reads 372
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2026
Dunia hitam bukanlah hal tabu untuknya. membunuh, meretas akses pemerintah, mengedarkan senjata ilegal dan narkotika semua itu hal biasa baginya. Hidupnya tak pernah terlacak, tak ada yang tahu bagaimana rupanya. Hidupnya tersembunyi, seakan memang seperti itulah kehidupannya. Dunia mengenalnya dengan nama Butterfly 07. Jika kupu-kupu adalah hewan yang sangat menarik untuk orang normal di luar sana, maka kupu-kupu di dunia hitam adalah bencana, ancaman yang membuat para pebisnis dunia hitam sangat menghindarinya. Sosoknya di incar, tak ayal banyak yang mencoba menyingkirkannya. Namun, dirinya bukanlah manusia yang terikat, ia individual. Butterfly 07, agen rahasia individual yang tak terikat, namun membahayakan karena tak pernah terlacak keberadaannya. Menerima tawaran apapun dengan harga sebanding dengan hasilnya. ini cerita pertama aku yang berlatar belakang di luar Indonesia. maka bahasa yang aku gunakan juga sedikit banyak adalah bahasa baku. penasaran dengan ceritanya silahkan baca. cerita ini semi dewasa untuk anak-anak mohon bijak dalam membaca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Little Monster
  • THIS IS ABOUT US ???
  • WIZARD (Broken Butterfly) END
  • WEDDING VOWS
  • J&E Story (Slow Update)
  • [COMPLETED STORY] The Truth Desire : #02. BII Series.
  • Empress Love

Sore itu, aku menemukan seorang anak laki-laki kurus kerontang bagai anjing liar di ujung jalan. Memohon memintaku untuk membawanya ke rumah dengan memprihatinkan, bahkan mengaku tidak memiliki identitas apa pun atau sebait nama ketika kutanya asal-usulnya. Lantas aku mengajaknya ke rumah, merawatnya sepenuh hati, dan memberinya nama Nazael. Namun, ketika anak itu beranjak dewasa, suatu kejanggalan dan beragam konflik perasaan timbul secara berturut-turut. Hingga di titik di mana aku menyesali keputusan konyol membesarkannya sejauh ini, yang sejak awal hanya anak antah-berantah pengirim malapetaka. [ ] - DON'T COPY THIS STORY IN ANY FORM! - © 2025 written by lianilia_

More details
WpActionLinkContent Guidelines