SILENT CRY [미안, 사랑해]
Antara suara sirene dan detak jantung, mereka belajar bahwa menyelamatkan nyawa bukan hanya soal keberanian-tapi juga tentang berani mencintai lagi, meski pernah kehilangan.
Mereka sama-sama pernah terluka, sama-sama belajar bertahan.
Mereka menutup hatinya dengan dinding setebal keyakinan bahwa cinta hanya membawa luka.
Sementara yang lain datang bukan untuk menghancurkan dinding itu-tapi untuk diam di depan, menunggu sampai mereka siap membuka pintu sendiri.
Dan saat dua jiwa yang sama-sama takut kehilangan mulai saling mendekat, cinta tumbuh tanpa mereka sadari... pelan, tapi nyata.
Bagaimana mereka menghadapi rumitnya perasaan mereka sendiri. Mereka punya kendali atas hati mereka sendiri, kecuali satu hal : 'orang itu'.
Cinta dan persahabatan mewarnai kisah di sini.