THE BLOODY GOLD

THE BLOODY GOLD

  • WpView
    Reads 230
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 23, 2020
WpInfo
Fiction
Mystery
Tirta merasa bahwa dunia yang ia tinggali tidaklah cocok dengan dirinya. Ia terlalu spesial dan berharga untuk dunia yang penuh dengan Para Pecundang dan Para Pengecut ini. Ia harus bertahan hidup dengan "Bermuka Dua" untuk mengurangi penderitaannya. Semakin hari ia merasa jiwanya mati, hingga menemukan sebuah kotak dengan ukiran bertuliskan "Untuk Para Penyeberang" Jiwa Tirta tersenyum lebar...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan Ingatan - Negeri Hujan Ingatan
  • Dawn: Menjelang Fajar
  • Bunda oline dan bayi tata
  • A Light Far in Sight
  • Mysterious girl
  • Detektif Supranatural

Di Kota Senja, tempat langit selalu temaram dan hujan tak pernah reda, Elian menjalani hidupnya dalam kesendirian yang ganjil. Ia merasa berbeda, dihantui kenangan-kenangan yang terasa asing, seolah bukan miliknya. Saat kota mulai "berbicara" padanya lewat anomali waktu, pantulan cermin yang hidup sendiri, dan pesan-pesan misterius yang muncul entah dari mana, Elian terseret ke dalam pusaran teka-teki yang mengancam kewarasannya. Sebuah poster dengan simbol spiral aneh, halaman koran tentang anak hilang yang membangkitkan rasa bersalah tak terjelaskan, dan rekaman suara ibunya yang penuh rahasia menjadi serpihan-serpihan puzzle yang harus ia susun. Setiap petunjuk membawanya lebih dekat pada kebenaran mengerikan tentang dirinya, ibunya, dan eksperimen misterius bernama ELR yang melibatkan hujan sebagai media. Ketika dunia di sekitarnya membeku dan suara-suara gaib memperingatkannya tentang waktu yang bukan miliknya serta ingatan yang tak bisa dipercaya, Elian sadar ia bukan sekadar remaja biasa. Di tengah realitas yang semakin pecah, apartemennya berubah menjadi mesin ingatan, dan bahkan buku hariannya menuliskan pesan-pesan dari tangan tak dikenal. Puncaknya, sebuah peringatan "JANGAN BUKA PINTU" muncul di jendela kamarnya, diikuti tiga ketukan misterius. Terjebak antara rasa takut dan keinginan untuk tahu, Elian harus memilih: mengabaikan semua kegilaan ini, atau membuka pintu menuju takdir yang mungkin akan menghancurkan semua yang ia yakini tentang hidupnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines