We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MIRAI

MIRAI

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 30, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Jika ada akhir, maka pasti ada awal." Genre: Fantasy, Mystery, Supernatural, and Teen Fiction. Aurora Mirai Kananta, gadis berkelainan buta warna total yang hanya bisa melihat warna hitam dan putih tiba-tiba dapat melihat warna selain dua warna tersebut setelah bertemu dengan Haruki Cyan Raven, siswa dari kelas sebelah. Anehnya Haru adalah orang yang selalu muncul di dalam Lucid Dream yang selama ini dialaminya tanpa pernah bertemu dengannya sebelumnya. Pertemuan itu membawa dampak terhadap Lucid Dream dan memunculkan seseorang yang tak dikenalnya mengatakan hal yang tak terduga. "Setiap warna yang akan kaulihat akan membuatmu kehilangan satu hal yang sepadan." Benar saja, ketika Mirai mulai bisa melihat warna selain warna hitam dan putih, satu per satu, ia juga akan kehilangan hal yang berharga baginya. Hal ini membuat gadis yang divonis insomnia itu semakin parah setiap harinya karena terus memikirkan jalan keluar dari masalah tersebut. Di sisi lain, keluarga kandungnya malah melakukan hal yang semakin membuatnya kesulitan. Untungnya Astara Theo Rahardian, sahabat sekaligus sudah dianggapnya sebagai kakak selalu terus mendukung dan berada di sisinya. Lain halnya dengan Iris Yumi Eustacia, adik kelasnya yang seolah menuduh akar permasalahannya adalah Mirai sendiri. Bersama dengan teman-teman yang dipercayainya, Mirai harus segera bertindak. Karena tak ada yang mustahil terjadi di dunia ini. Jalan penuh rintangan mulai terbuka untuknya. Hanya ada satu pilihan yang bisa ia ambil, yaitu terus melangkah maju. "Aku harus segera menentukan pilihan atau mereka semua akan menghilang." -Mirai "Kalau bukan sekarang, maka tidak ada kesempatan kedua." -Yumi "Siapa pun yang mengganggu dan membuat Mirai menangis artinya MATI!" -Theo "Aku tak peduli akan kata orang. Aku cukup menjadi diriku sendiri." -Haru
All Rights Reserved
#116
haru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Good Doctor
  • Bukan Antagonis [END]
  • Aiserana: Transmigrate To Villain Figures
  • ༺ Quarter Wind ༻| KNY X Reader + Oc
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Twinblossom

Lara dan emosi telah terkubur dalam. Meninggalkan kenyataan akan kedudukan, keluarga dan kenangan. Dia telah melihat bagaimana kehidupan dulu, meski sementara lalu kembali terhapus setelah bangun kembali. "Setidaknya aku akan berusaha bahagia lagi. Meski mungkin sulit." Bibirnya tersungging meski tak mendapatkan emosi dari ingatan terdahulu. "Terimakasih Dion dan Arsena. Kapal layar telah sampai di tujuan, kini giliran kapalku yang berlayar di semesta luas ini." Dipandangnya kedua sosok itu lalu membungkuk memberikan salam terakhir. ... Terbangun dari sisa mimpi, hanya nama samar Arsena yang masih lekat. Ia sedikit takut lupa. Hari masih gelap, jika kembali tidur mungkin akan benar-benar lupa sisa mimpi ini. "Huahh, alat tulis. Mesti harus ada bekas mimpi." Ujarnya usai menguap lebar. Menengok ke kiri dimana nakas berada, namun tak satupun benda untuk menulis berada. Sementara hasrat kembali tidur kian menguasai. Jujur saja bagi buta ini amat dingin hawanya, sehingga ia menyerah terhadap kantuk. Karya ke tiga nih, semoga menghibur 😁 Vote dan kasih komen pliss.

More details
WpActionLinkContent Guidelines