Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Bianca
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 18, 2020
Bianca Charoline,akrab dipanggil Bianca. Dia salah satu siswa di SMA Pelita,cukup famous.Gadis yang cantik dan sangat friendly.Dia sedikit tertutup dengan orang banyak, dia juga baik tapi begitu keras kepala. Orang yang begitu ambis ketika bersaing dalam pendidikan. Tak heran jika dia menjadi salah satu murid yang pintar disekolah. Tapi,sayangnya hubungan keluarganya tidak harmonis , orang tua Bianca pisah sejak ia dan kakaknya masih duduk dibangku SD. Dan sejak saat itu ia tinggal bertiga dirumah bersama papa dan Bryan kakaknya. *Hai ini pertamakalinya aku mempublikasikan cerita/karangan. Aku minta maaf yah kalau ada yang salah dalam menulis karangan ini. Selamat membaca😊 @oktaviaablca_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mama! [✔️]
  • Silent Tears
  • PEMERAN UTAMA season 1
  • Transmigrasi Zevarellzy
  • Interweave
  • WHO'S WRONG? [SUDAH TERBIT]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • Awas Jatuh Cinta
  • My Baby Sitter 『YuSion』✔️

|| Kebebasan memang sangat menggiurkan, namun siapa sangka kebebasan itu justru jadi malapetaka bagi gadis yang akan menginjak usia lima belas tahun. Sebuah bencana yang membuat hatinya terguncang, penolakan yang ia lakukan terasa sia-sia. Hadirnya bayi kecil yang tak bersalah dari dalam rahimnya semakin membuat dirinya merasa hancur!. "Jangan pangil gue Mama!!! Gue bukan Mama Lo anjir!!!" "Anak sialan!!!" || Tak diinginkan oleh ibu adalah kehancuran bagi para anak-anak, sejak kecil dirinya terus berusaha untuk mendekati seorang ibu yang ia miliki, makian bahkan pukulan pernah dirinya dapatkan dari kedua tangan yang seharusnya mengelus surainya dengan lembut. Namun begitu, dirinya tak bisa sedikitpun melihat ibunya tersakiti! "a-ara s-sayang mama" "ma, jangan gini nanti sakit"

More details
WpActionLinkContent Guidelines