Keswana [END]

Keswana [END]

  • WpView
    Reads 254,352
  • WpVote
    Votes 9,975
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Sun, May 24, 2026
Kata orang Lakeswara itu, pemarah, galak, suka semaunya sendiri, kalau omong suka nyelekit. Sial nya lagi Aruna, di tahun kedua bersekolah di SMA Wirabrata dia menjadi asisten dadakan Lakeswara. Kalau saja Laki laki itu tidak menyimpan rahasia Aruna, mana mau Aruna menjadi asisten Lakeswara yang kadang suka tantrum. Rank 1# Romance [13 Oktober 2025] 1# Fiksi Remaja [25 Oktober 2025] 1# Fiksi Penggemar [30 Januari 2026] 1# Baper [9 Febuari 2026] 1# Acak [21 Mei 2026] 1# tsundere [21 Mei 2026] 1# tenfiction [25 Mei 2026] ⭐️Judul awal my tsundere Lakeswara, sekarang ganti judul Keswana
All Rights Reserved
#932
greenflag
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Her Favorite Junior. (Winselle)
  • ALAN [END]
  • Rakala Dierja
  • About a Diandra Story
  • LALALOST YOU
  • AKSELIO NALENDRA
  • My Boyfriend Ice Prince
  • Raquilla
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines