Keluarga Sempurna untuk Anak Tunadaksa

Keluarga Sempurna untuk Anak Tunadaksa

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 1, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
📌#2 Mas Duda series Terlahir dengan istimewa tak membuat Alara Diba Afsana putus asa dan minder di tengah kalangan anak seusianya. Sejak kecil, Alara di titipkan di rumah sang Nenek karena Papa yang sibuk bekerja. Sedangkan Mama? Alara tidak mengetahuinya. Papa tidak pernah menceritakan sosok Mama pada Alara. Tak ada yang mau terlahir seperti Alara, ejekan, hinaan hingga gunjingan Alara terima dengan diam tanpa melawan. Hingga suatu sore, Alara tak sengaja bertemu perempuan berhijab bersama beberapa anak seusianya yang tengah bermain di taman. Alara hanya melihat tak berani mendekat. Bunda. Setidaknya kata itu adalah kalimat yang mereka ucapkan kepada perempuan berhijab itu. Betapa murah senyum perempuan berhijab itu kepada mereka semua, bermain dan melempar canda bersama anak-anak begitu gembira. Lantas, tak sengaja kaki kecilnya berjalan menuju mereka. Ingin sekali Alara ikut bermain dan tertawa bersama, tapi apakah boleh? Apakah boleh Alara ikut merasakan kebahagiaan mereka ketika Alara sendiri terlahir dengan keistimewaan yang membuatnya dijauhi banyak orang? "Hai! Adek mau ikut bermain?" Tanya perempuan berhijab itu dengan nada yang lembut. "Bunda." Perempuan itu mengerutkan kening heran, lantas mengerti maksud kalimat "Bunda" dari Alara. "Iya, adek boleh kok panggil kakak Bunda. Sama seperti yang lain." Alara menatap perempuan berhijab yang tersenyum manis kepadanya dengan mata berkaca, "Boleh tidak Bunda jadi Bundanya Alara?" Perempuan itu merasa aneh dengan pertanyaan Alara, namun ia berusaha menanggapi pertanyaan Alara dengan senyuman, "Jadi adek namanya Alara, ya?" Alara mengangguk. "Iya, boleh kok Alara anggap Bunda jadi Bundanya Alara juga." Satu hal yang tidak perempuan berhijab itu sadari. Jika Alara menginginkan ia menjadi Bundanya, Bunda hanya untuk Alara. ***
All Rights Reserved
#3
ketidaksempurnaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE ARVELLO
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • DANADYAKSA
  • Sembunyi Dalam Senyum [COMPLETED]
  • Kapan ini berakhir???
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • Bukan wanita biasa (TAMAT)
  • Nathalea
  • [BL] Sudden Omega
  • ALFAREZI [On Going]

Don't live with what is not considered. (Jangan hidup dengan yang tak dianggap) "Aku rela jika lara ku mati. Tapi izinkan aku melindungi dia yang sendiri" "Ini siapa, Bun?" tanya Bian penasaran dengan menyodorkan foto anak laki-laki berusia 7 tahun yang sedang tersenyum bahagia di sana. "Anak sulung pertama di keluarga Prahatama"jawab Bundanya. "Bian ga pernah ketemu anak ini. Dia masih hidup kan Bun? namanya siapa? Bian mau temenan sama dia." Berbagai pertanyaan polos terlontar dari bibir sang anak. la tidak tahu bahwa suatu hari nanti, anak itu yang akan membawa malapetaka baginya. "Jangan pernah mau berteman dengan dia!"perintahnya pada Bian. "Emang kenapa, Bunda?" "Kayaknya dia orang ba--" "Dia berbahaya. Bagi kita. Dan tidak lama lagi kamu akan tau siapa dia." "Tapi Bunda. Dia masih hidup?" "...." "Aisshh...dia siapa? berbahaya? kenapa?" tak ada jawaban dari sang Bunda membuat Bian lebih penasaran terhadap anak laki- laki itu. Penasaran dengan kelanjutannya? langsung next aja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines