Lampu Kota

Lampu Kota

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 20, 2020
Berbagai kisah manusia dan lampu kota. Sebuah mesin berbasis hypnoteraphy diciptakan. Fungsinya diharapkan mampu berguna bagi manusia sebagai sarana trauma healing. Luka luar akan mudah tuk diberi pertolongan, namun luka di hati hanya akan benar-benar sembuh bila hati tersebut mampu menerima dirinya sendiri. Seperti hubungan antara laron dan lampu. Laron merupakan serangga yg tak bisa melihat dan mendengar. Sebelum berubah menjadi laron, hewan ini menghabiskan waktu hidupnya tinggal dibawah tanah yg dingin dan lembab. Setela hberubah menjadi laron dan mampu tuk terbang, mereka akan menuju lampu sebagai sumber kehangatan. Sistem inilah yg berusaha digunakan beberapa orang ilmuan sebagai dasar menciptakan alat ini. Saat seorang sedang deprei, sedih, atau mengalami trauma mental. Mereka cenderung akan apatis, tak menghiraukan lagi apapun kecuali rasa sakit mereka. Rasa sakit memanglah begitu egois dan akan memaksa untuk dirasakan. Sehingga dengan hangat pijar lampu kota, seseorang yg hatinya sedang mengalami kalut, akan teralihkan oleh cahaya lampu memancarkan kehangatan sejak menjelang senja hingga malam berlalu. Dan dibantu dengan sugesti suara, yg membuat seseorang akan berfikir tentang dirinya dg lebih bijak, mereka akan dituntun pada sebuah perjalanan yg akan mendewasakan diri dan hati mereka, sehingga masalah mental yg terjadi akan mendapatkan penyelesaian secara lebih bijak.
All Rights Reserved
#180
traumahealing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERAYAAN PATAH HATI
  • Narasi patah hati
  • BROKEN HEART [END]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Meneroka Jiwa 2
  • Araleya Titik Temu Semesta (COMPLETED)
  • DESTINY FOR DARKLAND
  • Yang Pernah Patah
  • Cerita di Balik Cermin

"Tidak semua luka harus sembuh, sebagian justru layak dikenang..." Dalam kumpulan cerpen ini, patah hati bukan sekadar akhir dari cinta, tapi sebuah perayaan-tempat kenangan, luka, pengkhianatan, dan keheningan duduk bersama dalam satu meja, meneguk air mata sebagai anggur malam. Perayaan Patah Hati menghadirkan kisah-kisah manusia yang berjalan limbung di lorong sunyi kehilangan: Seorang pria yang dihantui masa lalu mantan istrinya, hingga iblis dalam dirinya menampakkan wajah... Perempuan yang mencari makna di balik mimpi-mimpi gelap setelah kekasihnya hilang tanpa pesan... Sebuah surat yang tak pernah sampai, ditulis di antara jeda hujan dan bunyi ambulans... Dan cinta-cinta lainnya, yang menyublim dalam kata, menyakitkan namun indah dikenang. Dengan gaya bahasa yang manis dan penuh diksi metaforis, buku ini mengajak pembaca merayakan rasa sakit, menyelami kedalaman luka, dan menatap cahaya kecil di ujung sepi. Karena tidak semua patah hati harus dilupakan-sebagian dituliskan, dirayakan, dan dijadikan rumah bagi yang pernah tersesat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines