We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
REUNITING

REUNITING

  • WpView
    Reads 315
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 10, 2021
WpInfo
Fiction
Fantasy
Meteor itu membuat Tatiana kehilangan dirinya sendiri. Ia terpental jauh pada masa aneh dimana kuda-kuda tak lagi menjadi kendaraan --- tergantikan oleh mesin-mesin dengan roda dan mampu untuk terbang. Putri raja itu terdampar pada masa depan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba menjadi gadis lain dengan band yang hampir hancur. Entah apa alasannya. Tatiana, putri yang seharusnya dijodohkan dengan pangeran dari negeri sebrang menjelma sebagai gadis metropolitan. Ia bahagia di dalam masa-masa ketidaktahuannya. Terjebak dalam tubuh dan nama Leah, Tatiana enggan kembali ke dalam kehidupannya sendiri. [MUSIM KEDUA DARI PARTING] *** Incandescnt X andxntea
All Rights Reserved
#4
apollo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bulan Bintang
  • [3] Love Code at the End of the World
  • Miracle Planet - Kekuatan Kristal Elemen
  • ANSWER (ONEUS & ONEWE)
  • We're in Love [LeeOn] ✓

Ia yang dijuluki Bintang, Skayara Bintang Adhiyaksa. Ia bukan langit yang dipuja, tapi serpih cahaya kecil yang berusaha tetap menyala di tengah gelap. Seorang penghuni pagi yang berjalan dalam sunyi, membelah dingin dengan sepeda motor renta yang kini lebih sering batuk daripada berjalan. Hidupnya adalah barisan luka yang diolesi senyum retak tapi tetap indah. Setiap hari ia menjamu waktu dengan aroma kopi dan kepulan harapan hidup. Tangannya menari di antara cangkir dan kerinduan yang diam-diam ia telan dalam hirupan pertama. Ia menyapa dunia dengan tutur lembut, walau isi hatinya dipenuhi tanda tanya: "Sampai kapan aku harus kuat?" Tak banyak yang melihat kehidupannya, tapi ia adalah puisi berjalan disusun dari kepingan lelah, dipoles oleh harap. Ia tak bersinar terang, tapi cukup gemerlap untuk diingat oleh langit yang pernah kehilangan bintangnya. Ia yang dinamai Bulan, Raespati Bulan Sadipta. Lelaki itu adalah senyap yang bersuara. Diamnya bukan karena tak peduli, tapi karena ia menyimpan terlalu banyak sakit yang tak sanggup diucapkan kata-kata. Ia tinggal di antara deru mesin dan debu jalanan, di mana suara knalpot adalah musik, dan peluh Tangannya kasar seperti jalanan rusak, tapi setiap gerakannya adalah sajak membenahi yang rusak, menyambung yang patah, menghidupkan yang mati. Bengkelnya kecil, nyaris tersembunyi oleh waktu, tapi hatinya luas, menyimpan matahari yang enggan terbit. Ia tak mencari dunia. Ia hanya ingin bertahan. Hidupnya adalah malam panjang yang ditemani bulan sabit: separuh terang, separuh gelap, namun tetap bertahan menggantung di langit. Dan dalam diamnya, ia berharap seseorang akan datang bukan untuk menyelamatkan, tapi untuk duduk bersamanya dalam sunyi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines