No Longer

No Longer

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 29, 2020
Bagi Kim Doyoung, Joanne tidak lebih dari seorang gadis SMA yang menyebalkan dan merepotkan. Yang tidak bisa melakukan apapun sendirian, yang selalu bergantung pada Doyoung. Namun anehnya, Doyoung tidak bisa menolaknya. Dan Doyoung membenci kenyataan itu. Kenyataan dimana sekeras apapun ia menolak untuk membantu Joanne, justru membuatnya semakin terikat dengan gadis itu. Kenyataan bahwa tanpa ia sadari, ia telah memprioritaskan Joanne diatas segalanya. Kenyataan bahwa kapanpun ketika Joanne membutuhkannya, ia akan berlari menuju gadis itu apapun kondisinya. Tidak peduli apapun yang akan terjadi, tidak peduli meskipun itu pukul tiga dini hari. Doyoung selalu merasa apapun yang terjadi pada Joanne adalah tanggung jawabnya, karena ia telah berjanji pada Taeil untuk menjaga Joanne, dan Doyoung menyanggupinya. Satu lagi yang Doyoung benci. Kenyataan bahwa kini Joanne sudah tidak membutuhkannya lagi. Tanpa Doyoung sadari, perasaannya terhadap Joanne bukan sekedar rasa tanggung jawab karena perjanjiannya dengan Taeil. Perasaan Doyoung lebih dari itu. Doyoung telah terjatuh untuk Joanne. Kini, bukan lagi Joanne yang bergantung kepada doyoung, namun Doyoung yang menggantungkan perasaannya pada Joanne. Doyoung mencintai Joanne. Kim Doyoung x OC
All Rights Reserved
#226
brokenheart
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • I'm Sorry I'm too Introvert
  • Senja Jadi Sendu (END)
  • Sekolah Cogan✔
  • Cousins Squad♛ pt.2 | NCT✔
  • Bitter Sweet [Markhyuck]
  • How Sweet It Is | Kim Doyoung ✓
  • Love's Serendipity
  • [JaexDoxTae Fanfic] - Day Dream (FIN ✅)

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines