Lalu?
  • WpView
    Reads 499
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 31, 2025
Bagai sendi sebagai penghubung, kumpulan puisi ini sengaja ku simpan sebagai catatan dalam kehidupan, dengan pelajarannya sendiri untukku. Dimaknai sendiri sebagaimana jurnal harian. Jujur aku tidak ingin membagikan tulisan ini, tapi ada kalanya seperti ingin bercerita tanpa dihakimi ataupun menyakiti. Beberapa keluh juga kasih, ingin terekam lebih jelas sebagai pengingatku nanti. Maka 'Lalu?' hadir sebagai pengingat pribadi, bagaimana dinamika perasaan yang terjadi dibeberapa alur waktu kehidupan dan yang terpenting, apa yang bisa saya lakukan kedepannya dengan bekal itu.
All Rights Reserved
#10
pasrah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula
  • My Second Life (Completed)
  • Kepada sang pencipta rindu
  • Let me choose [TERBIT]
  • Letters for Self
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines