Rimba
  • WpView
    GELESEN 216
  • WpVote
    Stimmen 16
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Nov. 28, 2023
"Kalau kamu cari yang sempurna. Jelas, saya bukan orangnya." Rimba pernah punya banyak mimpi besar. Seperti menjadi atlit lari profesional, atau menjadi musisi hebat dengan jutaan penggemar. Tapi semua mimpinya harus terkubur rapat begitu ia mengalami kemalangan yang membuat kakinya pincang dan kehilangan indra pendengaran. Rimba juga harus kehilangan sang Ibu yang membuat ia dibenci oleh Ayah dan Kakaknya. Rimba telah cacat, dan dunia di sekitarnya seolah tidak mengharapkan kehadiran pemuda itu. Tapi bagi Anggita, seseorang seperti Rimba adalah yang paling luar biasa. Seseorang seperti Rimba juga berhak merasakan bahagia. "Ayo kita lawan dunia sama-sama, Rimba." -Anggita.
Alle Rechte vorbehalten
#8
anggita
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Kesedihan [SELESAI]
  • LUKA
  • Goodbye Alaska [END]
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Matahari
  • Eliinaa
  • I'M TALISA
  • Lanna: The Price of Knowledge
  • GENANDRA (END)

JANGAN LUPA FOLLOW!! Anak akan tumbuh sesuai dengan lingkungan yang mendidiknya dengan cara apa. Trauma itu benar-benar nyata. Terbawa hingga mereka dewasa. Kisah ini menceritakan sebuah trauma yang membuat cinta Zeora menjadi rumit. Kepercayaan berulang kali dihancurkan. Sampai pada waktu, ia menutup kepercayaan pada semua orang, ia malah menyakiti sosok yang tulus. "Kasih aku ruang sedikit aja di hati kamu. Mungkin terdengar nggak layak. Tapi, aku bakal berusaha buat ngelawan kelainan ku yang kamu bilang gila," ucap cowok itu tulus. Zeora menyunggingkan senyum meremehkan. "Sampai lo mati di depan mata gue atau bersimbah darah karena gue, nggak akan ada sedikit pun ruang yang kebuka buat nerima lo. Dengerin gue. Kita nggak akan bersatu," balas Zeora tajam. Ia tak tau ucapannya inilah yang berakhir penyesalan. Suatu hari kejadian tak terduga menimpa Zeora dan laki-laki itu. Di sana Zeora tau, siapa orang tulus yang telah ia sia-siakan. Apakah penyesalan Zeora itu membuat gadis itu kembali mendapat cinta tulus dari laki-laki itu? Atau malah luka yang terus membuatnya gila?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien