Widuri, Teresha, dan Bianca bersahabat sejak pertama kali merasa terhubung dan merasa bisa mengandalkan satu sama lain.
Dengan latar keluarga yang berbeda, ketiganya mampu melengkapi satu sama lain.
Widuri, seorang gadis sederhana yang berasal dari keluarga sederhana namun patriarki, yang hanya memiliki cita-cita sederhana; menjadi manusia terpandang, hal yang selalu disepelekan keluarganya, namun Ia coba gapai.
Teresha, segalanya tampak sempurna dari luar, keluarga yang lebih dari bercukupan, otak cerdas, wajah cantik, namun terlahir di keluarga kompetitif yang memandang segala sesuatu sebagai saingan, sampai pada puncak Ia lelah mengikuti tradisi keluarganya, dan perlahan menjadi pemberontak agar mendapat pengakuan dan perhatian, terutama dari sang Ibu.
Bianca, sadar akan kecantikan dan popularitasnya tidak membuatnya menjadi pribadi yang angkuh, namun sebaliknya sikap beberapa orang yang tidak menyukai Bianca malah mencari celah kesalahan Bianca, terlebih ketika mereka mengungkit Ibu Bianca yang menjadi istri kedua seorang pejabat.
Mempunyai kekurangan satu sama lain membuat mereka sadar, melengkapi adalah cara mereka bertaut.
Setiap orang pasti pernah punya masa-masa sulit. Begitu juga dengan Luna, gadis yang baru saja beranjak dewasa ini memiliki hal yang cukup sulit dalam hidupnya. Terutama tentang menjadi dewasa. Ia juga bingung dengan pola pikir orang dewasa. Kenapa banyak hal-hal simpel tapi dibikin rumit.
Selain itu Luna juga memiliki 'trust issue' dengan laki-laki. Laki-laki manapun yang ia termui di dunia ini, mau ia teman, atau orang yang ia sukai, sepupu atau Ayahnya sendiri tidak ada satupun yang ia percayai. Maka dari itu ia menjauh dari mereka.
Hingga akhirnya ia bertemu dengan seseorang, yang memberi pandangan baru dalam hidupnya. Seseorang itu membuka mata dan juga hati Luna tentang dunia ini, dan segala kerumitannya.
Siapakah sosok itu? Mungkinkah Luna akan jatuh hati padanya disaat ia tidak percaya dengan siapapun?