Kita selalu punya cerita masa remaja tapi tidak punya cukup waktu untuk menuliskannya. Sekedar mengingat bagaimana kita tumbuh di masa itu hingga bagaimana kita menjadi sekarang. (How Can Be)
Kalau menurut bilangan biner nggak ada angka dua, tiga dan seterusnya. Cuma ada angka nol dan satu. Mau dikali, ditambah, dikurang, atau dibagi hasilnya tetep nol atau satu. Jadi nggak ada namanya di dua in apalagi di tigain. Hanya ada dua pilihan menjadi nol (sendiri) atau satu-satunya milik orang.
(Devan Reza Al Bariq)
TEEN FICTION
Waktu...
Setiap apa yang kita lakukan pasti akan selalu kita ingat, baik yang senang maupun sedih. Terkadang diri kita egois ingin mengingat hal yang membuat kita senang, terkadang juga diri kita egois berlarut-larut mengingat hal yang membuat kita sedih.
Waktu...
Yang menemani lika-liku kehidupan kita tanpa bisa diputar kembali walaupun kita bersikeras dengan berharap kalau saja waktu bisa diputar kembali.
Waktu...
Yang dapat membuat orang yang kita sayangi ternyata pergi, orang yang kita percaya ternyata berkhianat, orang yang kita anggap keluargapun nyatanya berubah menjadi orang asing.
Fara Eisha, seorang siswi SMA biasa yang menjalani manis pahitnya kehidupan ditemani oleh penghias cerita yang datang silih berganti, yang memainkan perasaannya dengan apik. Dan berlomba-lomba dengan waktu mencoba untuk memecahkan masalah yang sedang menerornya. Entah dari siapa, sepertinya orang itu senang membuat Fara menampilkan raut wajah gusar, gelisah.
Bisakah Fara melalui masalah tersebut? atau menyerah akan ketidakberdayaannya?
****
*masih amatiran but I'll try my best dan ini murni pemikiran sendiri