CLARISSA'S : Possessive Brother(END)

CLARISSA'S : Possessive Brother(END)

  • WpView
    LECTURAS 327,558
  • WpVote
    Votos 17,994
  • WpPart
    Partes 78
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, feb 10, 2022
Cerita sudah END "Abang cari apa?" tanya Aca pada Varo. "Cari kamu." jawab Varo. "Ko kekolong tempat tidur." alis Aca mengkerut bingung. "Takut jatuh terus masuk kolong situ." tunjuk Varo kearah kolong ranjang Aca. "Aca kan mandi mau sekolah,hari kedua Aca sekolah loh hehe." Aca tertawa. "Gimana sekolahnya seru?" tanya Varo. "Seru tapi disana banyak tante." ucapnya polos. "Tante!" Varo bingung. "Iya pakai baju seragam seperti Aca, namun itu kancingnya terbuka roknya pendek banget tau bang. Abang tau?" Aca memotong ucapannya dan menatap Varo, Varo menggeleng. "Bibirnya tante itu merah banget seperti sehabis makan darah." ucap polos Aca membuat Varo terkekeh. ******* CUP Aca mengecup pipi Kenzo, Kenzo yang dicium oleh adiknya pun tersenyum disela tidurnya. "Abang bangun ikh Aca ngambek ni." Kenzo yang mendengarnya pun langsung terbangun dari tidurnya. "Ikh jangan ngambek dong adek Queen." rengek Kenzo sambil menarik-narik baju Aca. "Gak mau, Aca pokoknya ngambek ya sama abang king."Ucap Aca sambil melipatkan tangannya dan mengalihkan pandangan dari abangnya itu, ucapan Aca membuat mata Kenzo berkaca-kaca. "Hiks jangan ngambek dong, abangkan bercanda tadi." Kenzo merengek.
Todos los derechos reservados
#1
possessivebrother
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • Prison Of Twinflame
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • last hold S2 ✓
  • KIARA [END]
  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • Siblings (Completed)
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • (BL) Baby You Don't Know ME [Narusasu]
  • ADIKARA ELUSIF (END)

Sejak hari itu, ayah tak pernah lagi menginjakkan kaki ke rumah. Tapi bayangannya masih menempel di tiap sudut di kursi kayu ruang makan, di seragam kerja yang masih tergantung di lemari, bahkan di kepala Wilano yang mulai sulit membedakan antara rindu dan benci. Dan suatu sore, saat langit menggantung kelabu dan gerimis turun perlahan, ledakan itu terjadi. "Gue bakal ke rumah Ayah bentar, mau ngobrol langsung," kata Rian pelan, mengambil jaketnya di gantungan. Suaranya hati-hati, tapi cukup untuk membakar emosi Seno yang sejak pagi sudah seperti bom waktu. "Ngapain lo ke sana?! LO PILIH DIA?!" Semua yang ada di ruang tengah menoleh. Suara Seno menggelegar, membuat udara di rumah seperti bergetar. Rian menoleh cepat, matanya melebar tak percaya. "Gue cuma mau bicara, Sen. Dia tetap ayah gue juga. Lo gak bisa larang gue ketemu orang yang selama ini ngerawat gue!" sahut Rian, nadanya naik. "Dia bukan ayah lo. Dia pengkhianat. Dan siapa pun yang masih mau bela dia... gak layak tinggal di sini." Suasana berubah tegang. Jaya berdiri setengah badan, siap menengahi kalau sewaktu-waktu keadaan makin memanas. Theo mengerutkan alis, tapi tetap tak banyak bicara. Wilano menatap semuanya dengan mata membesar. Dia tak mengerti, mengapa semuanya harus sejauh ini. Leon, yang sedari tadi diam, berdiri perlahan. "Kalau lo pikir begitu... gue ikut Bang Rian."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido