Kadaluarsa (Kada LuVe Arsya)

Kadaluarsa (Kada LuVe Arsya)

  • WpView
    Reads 10,853
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 24, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
kadailla Aruna shashim... seorang wanita yang merindukan sosok kekasihnya yang telah meninggalkan dirinya untuk selamanya kadailla menolak banyak lamaran laki-laki hanya karena dirinya berharap bisa kembali bersama "snowball" harapan nya terkabul namun dirinya kembali kemasa kelamnya dulu, tuhan memberikan kesempatan baginya untuk menebus semua kesalahann nya meski menjalani hari-hari yang berat kada terus berusaha dan berjuang agar dirinya bisa selalu bersama dengan snowball ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kada terseyum tipis sambil berkata dalam hati "kali ini aku yang bakal sampai sekolah duluan dari pada kamu snow" Lampu hijau menyala menandakan jika mereka semua diperbolehkan melanjutkan perjalanan, tanpa pikir panjang kada langsung menarik pedal gasnya meninggalkan angkot "BOENK" yang ada "snowball" didalamnya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Sunyi
  • Hi! kaladevara (HIATUS)
  • Candlelight (HIATUS)
  • Persona
  • LOVE for TIME
  • When Fate Brings Us Together Again
  • Eccedentesiast (Complete)
  • Sekadar Singgah
  • Kenapa?...||Transmigrasi Chelsea (End)
  • I'm Not A Villainess

Arunika, gadis ceria yang selalu tampak kuat di hadapan teman-temannya, menyimpan luka yang tak terlihat. Di rumah, ia merasa asing dengan kedua orang tuanya-seolah menjadi tamu di tempat yang seharusnya ia sebut rumah. Kakak yang paling ia sayangi telah pergi meninggalkannya, membuat rumah terasa semakin sepi. Satu-satunya tempatnya bersandar adalah sang oma, wanita yang selalu menghangatkan hatinya dengan kasih sayang tanpa syarat. Namun, takdir kembali menguji Arunika. Evan, sosok yang ia percaya akan selalu ada, justru membuatnya kecewa. Dan ketika dunia terasa semakin berat, oma yang paling ia miliki pun pergi meninggalkannya selamanya. Di sekolah, Arunika masih mencoba tersenyum, seolah tak ada yang terjadi. Ia berusaha tetap tegar, meski hatinya perlahan terkikis oleh kehilangan demi kehilangan. Namun, di balik senyum yang ia tunjukkan, ada satu tempat di mana ia bisa benar-benar menjadi dirinya sendiri-danau yang tenang, tempat pelariannya dari dunia yang terus melukainya. Di tepi danau itulah, Arunika merangkai ulang kepingan hatinya yang hancur. Tapi, sampai kapan ia bisa bertahan? Akankah Arunika mampu melewati semuanya dan menemukan kembali cahaya di hidupnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines