Story cover for RAHASIA by Solehatulfikriaf
RAHASIA
  • WpView
    LECTURAS 68
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 68
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Partes 3
Continúa, Has publicado oct 19, 2020
Aku kamu dan kita.
Seperti pelangi yang indah. 
Melukis hari dengan warna yang berbeda. 
Lalu menjadi sebuah cerita

*****


Kamu dan aku bagaikan mentari dan bulan
Yang tak bisa bertemu pada waktu yang sama
Karena mentari hadir saat siang 
Sedangkan bulan hadir disaat malam 
Merindukanmu adalah hal yang paling menyakitkan
Karena segala rasa rindu ini  sudah tak bisa kutahan lagi.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir RAHASIA a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#697benci
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Tiga Belas Misi ✔️ de mooniemakeu
43 partes Concluida
"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Memories in Moon cover
Tuan R  cover
Tiga Belas Misi ✔️ cover
Haruskah Aku Bertahan? cover
DESPERATE (COMPLETED) ✔ cover
[ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun cover
Epilog Tanpa Prolog cover
BECAUSE MISS [Completed] cover
Because I'm Stupid (End) cover
The Reason Kay [On Going] cover

Memories in Moon

13 partes Concluida

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?