"Gue jamin, dalam hitungan ketiga gue bakalan suka sama lo!" cowok itu berkata didepan seorang gadis yg berdiri mematung.
melihat ekspresi sang gadis, dia tersenyum miring mendekatkan wajahnya di depan wajah sang gadis.
"1...2...3! Oke! Deal! Gue udah cinta sama lo! Jadi, mulai sekarang Lo enggak usah berjuang buat gue" ujar cowok itu seraya menjauhkan wajahnya dari wajah sang gadis.
gadis itu mengerjap tak percaya dengan apa yang didengarnya baru saja, didepannya cowok itu tersenyum manis.
Cinta itu sederhana, cara mencintai itu yang sulit. Tak semudah itu mencintai seseorang dengan realita yang sudah jelas melarangnya.
"Hatiku cuma ada satu dan tak ada niatan untuk kuberi sekat di antaranya." Suara Mara bergetar saat mengatakan itu. Ditatapnya Ajun dengan pandangan kabur karena air mata sudah menggenang kembali menunggu waktu saja untuk menetes. Ajun tersenyum.
"Ada realita di antara kita Mara dan itu tidak bisa kita abaikan."