Senandika
Di antara denting gitar, suara malam, dan halaman buku tua yang menyimpan kisah yang belum selesai, Dio menemukan bukan hanya lagu-tapi dirinya sendiri.
"Senandika" adalah kisah perjalanan remaja yang penuh rasa, luka yang belum sembuh, dan cinta yang tak terduga. Saat Dio dan sahabatnya Farel mengikuti study tour ke Jogja, mereka tidak hanya bertemu orang baru-tapi juga menemukan irama lama yang membangunkan kenangan masa kecil, lagu-lagu warisan dari sang ayah, dan seorang perempuan bernama Langit yang hadir seperti nada minor di tengah riuhnya hidup.
Diwarnai musik, persahabatan, dan pergulatan batin, cerita ini mengajak pembaca menyusuri perjalanan menuju pemahaman-bahwa terkadang, suara paling jujur bukanlah yang terdengar, tapi yang bergema di dalam hati.
Karena setiap orang punya senandika-nya sendiri.