Haura Syifa'ul Qolbi yang berarti Bidadari Pengobat Hati adalah nama dari seorang gadis cantik berkulit kuning langsat dengan rambut yang tidak terlalu panjang, tinggi semampai sekitar 165 cm, mata bulat dan alis tebal, hidung yang bangir, pipi yang cukup berisi berhiaskan lesung di pipi kanannya, serta bibir yang berwarna pink dan gigi gingsul di kiri menambah keelokan ciptaan Tuhan ini.
Haura, seorang gadis cantik berotak cerdas dengan segudang kemampuan. Suara merdu, Tarian tradisional yang terlihat elok, alunan alat musik yang ia tabuh selalu terdengar indah di telinga, bela diri yang cukup mumpuni, tak lupa pula keahliannya dalam memasak menambah kesan sempurna atas ciptaan Allah yang satu ini.
Cinta?
Baginya adalah sebuah kata penuh makna. Pada awalnya ia hanya tahu cinta pada Illahi Rabbi dan keluarganya. Sebab ia selalu menutup diri untuk dekat dengan pria terkecuali jika itu sebuah keterpaksaan. Misal, urusan organisasi dan lain sebagainya.
Hingga suatu hari seorang pria meluluh lantahkan pertahanan hatinya. Ia begitu mencintainya sebab ia adalah cinta pertamanya.
Namun, sayang. Pria yang ia pikir juga mencintainya dengan tulus nyatanya, tidak! Pria itu hanya menjadikannya bahan taruhannya.
Sakit, perih. Itulah yang dirasakan Haura. Ia tak ingin jatuh terjerumus kedalam lubang yang sama!
Tapi, sayangnya setan menggodanya ia hanya bisa menahan itu selama satu tahun. Akhirnya ia menjadi penggila cinta. Berkali kali tersakiti hingga akhirnya ia benar benar menutup hatinya bagi laki laki.
Sayang beribu sayang saat ia benar benar menutup hatinya malah datang seorang pria sholeh yang ingin meminangnya.
Lantas, bagaimana kelanjutannya? Hm, let's go to reading readers!!!
"Karena hanya dengan berdoa, aku merayu Allah dalam usaha menjemput cinta mu"
Masa lalu yang pernah di alami oleh Zahira Nafisha Haura membuatnya membenci semua laki-laki. Ayah yang seharusnya menjadi cinta pertama bagi semua anak perempuan nyata nya tidak untuk Haura. Ia sangat membenci Ayahnya karena perlakuan buruk Ayahnya kepada Ibu Haura.
Sejak kecil Haura sering melihat penderitaan yang Ayahnya berikan kepada Haura dan Ibunya. Dan karena perlakuan buruk itu tak hanya mental Haura yang terganggu tapi masa depan dan alasan Haura untuk bahagia telah hilang. Ibunya meninggal karena Ayahnya. Dan Ayahnya juga tak perduli pada ia dan Ibunya yang sudah tiada. Bukankah Ibu Haura adalah istri nya? kenapa dia setega itu!
Bahkan setelah Ibunya meninggal pun Haura semakin membenci Ayahnya dan ia tak mau bertemu lagi dengan pria yang paling ia benci itu. Semenjak Ibunya meninggal, Ayahnya pun hilang bak di telan bumi. Tak peduli dengan Haura dan masa depannya.
Hingga suatu saat seorang pria datang dengan beraninya memperlihatkan tawa indah yang telah lama hilang di pipi Haura. Pria yang membuat Haura kembali merasakan cinta, tapi apakah rasa itu bertahan lama?
Ikhtiar menjemput cinta
Hanya dengan berdoa, Aku yakin Allah akan mempersatukanku dengan tulang rusuk ku. Kamu bidadari syurga yang Allah tetapkan menemani ku di setiap waktu ku. Kamu yang aku usahakan untuk selalu tersenyum. Tak perlu ada balasan cinta, karena cintaku saja sudah cukup untuk kita berdua.