Untaian Do'a Cinta

Untaian Do'a Cinta

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 1, 2020
Haura Syifa'ul Qolbi yang berarti Bidadari Pengobat Hati adalah nama dari seorang gadis cantik berkulit kuning langsat dengan rambut yang tidak terlalu panjang, tinggi semampai sekitar 165 cm, mata bulat dan alis tebal, hidung yang bangir, pipi yang cukup berisi berhiaskan lesung di pipi kanannya, serta bibir yang berwarna pink dan gigi gingsul di kiri menambah keelokan ciptaan Tuhan ini. Haura, seorang gadis cantik berotak cerdas dengan segudang kemampuan. Suara merdu, Tarian tradisional yang terlihat elok, alunan alat musik yang ia tabuh selalu terdengar indah di telinga, bela diri yang cukup mumpuni, tak lupa pula keahliannya dalam memasak menambah kesan sempurna atas ciptaan Allah yang satu ini. Cinta? Baginya adalah sebuah kata penuh makna. Pada awalnya ia hanya tahu cinta pada Illahi Rabbi dan keluarganya. Sebab ia selalu menutup diri untuk dekat dengan pria terkecuali jika itu sebuah keterpaksaan. Misal, urusan organisasi dan lain sebagainya. Hingga suatu hari seorang pria meluluh lantahkan pertahanan hatinya. Ia begitu mencintainya sebab ia adalah cinta pertamanya. Namun, sayang. Pria yang ia pikir juga mencintainya dengan tulus nyatanya, tidak! Pria itu hanya menjadikannya bahan taruhannya. Sakit, perih. Itulah yang dirasakan Haura. Ia tak ingin jatuh terjerumus kedalam lubang yang sama! Tapi, sayangnya setan menggodanya ia hanya bisa menahan itu selama satu tahun. Akhirnya ia menjadi penggila cinta. Berkali kali tersakiti hingga akhirnya ia benar benar menutup hatinya bagi laki laki. Sayang beribu sayang saat ia benar benar menutup hatinya malah datang seorang pria sholeh yang ingin meminangnya. Lantas, bagaimana kelanjutannya? Hm, let's go to reading readers!!!
All Rights Reserved
#48
paskibra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pahala Surgaku✓
  • Tasawuf Cinta
  • Jodoh Pilihan Abi
  • Cahaya Cinta.
  • Aku Dan Sebuah Do'a (Sudah Terbit)
  • [✓] HAZA || END
  • Cinta Dalam Istikharah [ SUDAH TERBIT]
  • MAS WILDAN [END]
  • Antara Hati dan Iman ✅

"Aku akan meminta sekali kepada Allah supaya jannah menyatukan kita, lagi." Khairul Khan. Lelaki yang populer karena terkenal dengan berbagai macam prestasi buruk itu mustahil tidak ada yang kenal dengan dirinya seintro sekolah.Tingkah ajaibnya yang selalu buat guru-guru pusing hingga darah tinggi pun berhasil dimunculkan oleh ulah aneh cowok tersebut. Suka sekali membuat keributan akan tetapi cowok itu sama sekali tidak suka jika seseorang mengusik ketenangannya. Terdengar aneh bukan? Abidadari Al-Arsy Auliya. Perempuan kalem nan lembut. Pindahan pesantren dan seorang hafidzah sekaligus Ning. Sikapnya sangat berbanding terbalik dengan Khairul itu. Namun apa jadinya jika kedua makhluk itu Allah satukan dengan ikatan perjodohan yang dibuat oleh kedua orang tuanya? "Abi, kenapa aku harus nikah sama orang itu? Gimana aku bisa yakin bahwa jalan surgaku ada padanya sedangkan sikapnya aja kayak gitu?" "Karena dia jodoh terbaik dari-Nya. Percaya sama Abi. Supaya yakin jika jalan surgamu ada padanya, maka taatlah kepadanya selagi tidak membuat kamu bermaksiat kepada Allah." Hingga satu fakta membuat Abida tercengang seketika. Khair, cowok yang selalu kita bicarakan karena keonarannya itu ternyata sama seperti Abida. Pasalnya cowok itu.... BAGAIMANA CERITANYA TERNYATA COWOK ITU SEORANG HAFIDZH JUGA SEORANG GUS YANG SIKAPNYA SANGAT BERBEDA DARI YANG LAIN?! "Kenapa? Habibati kaget? Sini, Sayang... Ambil mushafnya. Kita murojaah sama-sama. Bacaanmu tadi ada yang salah." Sikap cowok itu benar-benar berhasil membuat Abida tak pernah melisankan satu kata pun. Cowok itu benar-benar berbeda. Selain menyukai ubi Cilembu, Khair pun suka memuji, nyeleneh, mencibir, tersenyum sinis, dan seenaknya. Berawal antara kota Tarim dan Aleksandria yang membuat kisah mereka ada. Tak ada satu pun di antara mereka menyadari bahwa mereka pun pernah bertemu di tanah suci, Baitullah. "Pantesan dipanggil Bidadari." "Wajahmu adem." "Kamu, wangi." "Saya udah pesen, kamu tinggal bayar."

More details
WpActionLinkContent Guidelines