Classmate-96L

Classmate-96L

  • WpView
    Reads 533
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 29, 2020
WpInfo
Fanfic
Seventeen
Kelas kami dianggap kelas yang paling nakal. Ada Hanbin dan Hoshi yang terkenal tukang mabok. Ada Jun, Jaehwan, dan Ten si tukang tawuran. Ada pasangan mesum yang udah terkenal seantero sekolah. Ada pasangan yang hobinya bolos berdua. Pertikaian saudara tiri yang selalu memanas. Ada geng cewek yang emang terkenal jamet. Juga geng cowok yang kalem diluar kelas, tapi didalam kelas aktif sekali bund. Mungkin kalo ngga ada Kun dan Woozi.. Kelas ini bakal beneran kacau. Masalah mulai muncul satu persatu, dan silih berganti. Dan masalah itu bukan yang hanya bolos sekelas karena males ulangan matematika terus berakhir di kesiswaan. Bukan juga yang ngumpet di atap pas mau upacara dan dihukum gantiin pekerjaan caraka. Tapi masalah ini berasal dari masing-masing individu yang ada didalam kelas ini. Tapi dengan masalah-masalah yang mereka lalui bareng-bareng tersebut, mereka jadi paham bahwa sesuatu itu nggak selalu harus dipendam sendirian. - XII TBSM 2
All Rights Reserved
#74
apink
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Playboy
  • Another Side of You
  • SEBANGKU [97line][✔︎]
  • ZER0
  • Bad VS Spoilt
  • 𝑴𝒚 𝑺𝒘𝒆𝒆𝒕𝒉𝒆𝒂𝒕 𝑰𝒔 𝑨 𝑮𝒐𝒍𝒅 𝑫𝒊𝒈𝒈𝒆𝒓 [𝟐𝒀𝒆𝒐𝒏]
  • Classy Bastard in Love [Tamat]
  • Our Class: ExSiFo

PINDAH KE FIZZO DENGAN JUDUL YANG SAMA Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines