[1] SMILE ON YOUR EYES

[1] SMILE ON YOUR EYES

  • WpView
    Membaca 4,544
  • WpVote
    Vote 448
  • WpPart
    Bab 26
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jan 6, 2022
"Kalau Jeno gak lahir dari rahim Ibu, apa sudah pasti Jeno bakal lebih bahagia? Enggak, Bu. Ibu itu sumber kebahagiaan Jeno. Ibu selalu bisa buat Jeno senyum. Hidup di kehidupan lain gak menjamin Jeno akan lebih bahagia, Bu. You're still my happiness." Hidup Jeno hancur setelah mengetahui seberapa besar Ayahnya membenci Jeno, hanya karena Ayahnya itu malu kalau mempunyai anak penyakitan, cacat dan depresi seperti Jeno. Terlalu baik. Dua kata untuk Jeno. Selalu diejek karena penyakitan dan cacat namun juga dikagumi karena kebaikannya itu. Dari sini, Jeno belajar. Senyuman bukan hanya melambangkan kebahagiaan, tapi juga kesedihan. Smile if you want it, kita boleh kok sedikit munafik. Karena gak ada satu pun orang yang sempurna di dunia ini. _________________________________________ STATUS: ON GOING UPDATE: MINGGU SORE HAPPY READING EVERYONE ❤
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#5
ffjeno
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Broken melodies
  • Mr. Lee | Noren
  • Me Yours | Lee Jeno✔
  • MANIAC  |  JenoRenjun✔️
  • RIVAL | Jeno Jaemin ✔ end
  • Level Up • NoHyuck •
  • epoch' [ nomin ] ✓
  • 'ɪɴ ᴍʏ ᴅʀᴇᴀᴍ...~𝙹𝚎𝚗𝚁𝚒𝚗𝚊 (𝐂𝐨𝐦𝐩𝐥𝐞𝐭𝐞𝐝) ✅
  • MFS ✓
  • ARZIO [SELESAI]

Kepada siapa kami harus bercerita? Pada Bapak dan Ibu yang sibuk menata masa depan, atau pada dunia yang tak pernah benar-benar mendengar? Pada akhirnya, kami hanya punya satu sama lain, meski seringkali tak tahu cara berbagi beban. Ini tentang kami- Tentang pertemanan yang tak selalu sempurna, tentang kata-kata yang tak selalu terucap, tentang luka yang ditutupi tawa, dan tentang bahu yang tetap ada saat semuanya terasa berat. Kami berjalan, meski arah sering kabur. Kami tertawa, meski ada yang ingin ditangisi. Kami bertahan, bukan karena kuat, tapi karena kami tak ingin menyerah sendirian. Hello, everyone! Ini aku buat sebagai bentuk perpisahan... maybe? Gak tahu juga, yang jelas aku cuma ingin menulis sesuatu yang bisa jadi kenangan tentang masa SMA. Diharapkan keaktifan pembaca untuk vote dan komentar, ya! Biar cerita ini makin hidup, aku butuh pendapat kalian semua. Ini murni dari pikiranku sendiri, no plagiarisme! Jadi, setiap kata yang kalian baca adalah hasil dari ingatan, pengalaman, dan imajinasi yang aku tuangkan. Bantu target 20K, dong! Let's make this story worth remembering. ✨

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan