I Raised The Beast Well

I Raised The Beast Well

  • WpView
    Reads 7,963
  • WpVote
    Votes 195
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 18, 2021
Blondina adalah seorang putri dengan darah rakyat biasa di pembuluh darahnya. Dia tinggal dengan tenang di Istana Bintang di antara langit, tetapi suatu hari, dia menyembuhkan kucing yang terluka. Kucing itu menjadi balsem untuk hidupnya yang kesepian. Tapi kucing cantik itu sebenarnya .. *** Amon menginjak leher sang pangeran. Mata Amon menatap dingin sang pangeran. "Manusia berani mengancamku...?" "Aku tidak tahu..., aku tidak tahu, itu pirang...." "Ya, saya tidak tahu. Tapi aku juga tidak tahu. Berapa banyak tenaga yang harus disesuaikan agar kamu tidak mati. " Saat Blondina, yang sedang menonton, meraih kerahnya untuk menyeret Amon, Amon berbalik perlahan dan menertawakan Blondina. "Jangan khawatir, Blondina. Aku akan membunuh apapun yang mengganggumu. " *** Apa yang harus dilakukan dengannya. Sepertinya saya mengambil makhluk menakutkan tanpa sepengetahuan saya. :Novel ini bukan milik saya! hanya menterjemahkan sahaja
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Was The Evil Witch
  • Vampire Castle
  • Love Maze (Complete)
  • The Crown Prince's and His Brothers
  • I'm More Than Just A Princess
  • Legend of the Sun and Moon
  • Demon's Bloom: A Sacrifice for Love [END]
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]

COMPLETED. Dm for follback Spin off from "I'm More Than Just A Princess" ••~•• "Aleeyah Najma, kau dihukum mati atas percobaan perebutan takhta Yang Mulia Damian Azazel Lucretius de Erebos, dan percobaan pembunuhan terhadap Lady Isandra" Kalimat itu terngiang di kepalaku, seraya aku mendongak menatap panggung raja di sebrang sana. Dimana Isandra, menangis tersedu di dalam pelukan Azel saat melihatku yang akan dieksekusi. Aku terenyuh, rasa sakit dan sesak akan penyesalan memenuhi perutku. Apa yang telah aku lakukan? Aku memiliki semuanya namun aku sia-siakan. Sahabat yang begitu tulus, ayah yang perhatian padaku, tidak perlu kusebutkan harta dan ketenaranku. Apa yang kurang? Kenapa aku masih ingin merebut kebahagiaan orang lain? Kenapa aku begitu serakah? 'Kau bodoh Aleeyah' batinku memaki diri sendiri. Sekali lagi, kulihat sahabat baikku di sebrang sana. Ah rasanya bibir hina ini tidak pantas lagi menyebutnya sebagai sahabat. 'Teman ya?' Bibirku terangkat, aku tersenyum kecil. Sebuah kata maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku, akan kubayar semuanya di neraka nanti. Isandra, Azel, ayah, kalian semua berbahagialah. Maafkan kehadiranku yang merupakan bencana, kutuklah aku sebanyak yang kalian suka, aku rela, aku pasrah. Karena diriku adalah pendosa. CRASH ••~•• "Ah lagi-lagi kita harus mengurus bayi ini" Suara siapa itu? Bayi siapa? "Kau benar, sudah berapa lama sejak dia lahir? Tapi grand duke sama sekali belum datang melihatnya, sebenci itu grand duke pada putrinya" Grand duke? Putrinya? Ah persetan, aku tidak peduli. Aku harus keluar dari sini. 'Tapi kenapa tangan dan kakiku pendek sekali?' batinku saat aku tidak mampu menggerakkan anggota gerakku dengan leluasa. Hanya naik turun kanan kiri seperti... 'Tunggu, jangan bilang...' "Ah dia sudah bangun, aku akan mengganti popoknya. Kau siapkan susu setelah itu kita pergi" ucap seorang maid raksasa yang menatapku malas. Tunggu, dia tidak raksasa. 'Aku jadi bayi?!' #1 on

More details
WpActionLinkContent Guidelines