Bunda untuk Aisah

Bunda untuk Aisah

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 23, 2020
Menjadi seorang ibu pengganti memang bukan hal yang mudah. Akan banyak pro dan kontra dari banyak pihak. Apalagi saat pria itu baru ditinggalkan beberapa bulan. Banyak gunjingan yang akan didengar. Bagaimana kisahnya? silahkan untuk dibaca😊 jangan lupa (☆) vote dan (💬) komentar. Jangan lupa Follow akun author😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • Bunda oline dan bayi tata
  • The Surrogate | CHANSOO
  • Interweave
  • IBU PENGGANTI
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]
  • Bad Romance (PUBLISH ULANG)
  • My Love A Turki
  • Gadis Bercadar Pembantu CEO Tampan
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara

Broken home? Sudah menjadi hal yang tidak asing lagi. Tentu hati seorang anak mana yang tidak hancur saat harus menerima kenyataan pahit semacam itu. Bahkan dirinya mengalami itu saat masih kecil. Waktu dia baru menginjak 8 tahun, masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Tapi apalah daya. Takdir tidak bisa diubah. Dia hanya bisa pasrah. Dia bertekad akan membuktikan pada semua. Terutama kedua orangtuanya yang sudah berpisah lama. Dirinya memutuskan untuk berubah. Merubah semuanya. Dari mulai pandangan, berfikir, dan satu lagi jangan mengeluh dengan keadaannya yang sekarang sudah menjadi anak broken home. Perjalanan dari perubahannya ini penuh dengan rintangan. Karena memang semua manusia pasti tak akan terlepas dari itu. Hanya saja bagaimana caranya agar bisa dengan sabar dan tabah menghadapinya. Dia seperti itu karena sadar, bahwa broken home bukan suatu masalah yang besar. Juga bukan sebuah penghalang untuk terus menjalani hidup. Bukan pula ajang untuk jadi terjerumus pada pergaulan bebas. Sebab dirinya tahu betul, lebih menyakitkan nasib anak-anak yatim dan piatu. Mereka bahkan tidak bisa lagi berjumpa dengan orangtuanya. Mau tau kelanjutan dari kisahnya? Bagaimana perjalanannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines