SAJAK DAN PUISI PATAH HATI S2

SAJAK DAN PUISI PATAH HATI S2

  • WpView
    Reads 463
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 8, 2021
WpInfo
Poetry
Kata, bait, sajak dan puisi patah hati. Hanya sisa remahan kata yang mungkin kini sudah tak berarti. Sepenggal kisah yang masih tertinggal. Secarik kertas yang merindukan tintanya. Tentang lara yang selalu menerpa. Tentang rasa yang terbengkalai begitu saja. Bagaimanakah endingnya? Akankah berending bahagia? atau apakah akan berakhir sengsara? Cerita ini saya tulis berdasarkan kisah-kisah orang-orang yang saya kenal. Cerita yang saya tulis tidak bermaksud untuk menyudutkan siapapun. Warning: Plagiat dilarang keras mendekat!!!
All Rights Reserved
#661
fakefriend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Frozen Heart [HIATUS]
  • AYARA [END]
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • CERPEN (END)
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • REGATHAN [END]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • THIS IS MY STORY! - JAYNINGHOON

❆ 'Karena dingin itu menenangkan' Bukan, bukan istilah untuk dinginnya seorang Anskara. Sikapnya yang cuek, perilakunya yang kasar, dan cara bicaranya yang kadang menyakitkan tentu bukan hal yang menenangkan. Tapi perihal dingin yang mungkin bisa menjadi alasan 'dia' bertahan. Perihal dingin yang dianggap bisa menyembuhkan. ________________ "Kamu itu kaya es batu, beku, dingin, keras, tapi aku suka." • • Ini tentang masalah hati yang tak kunjung terselesaikan. Hati yang terlanjur beku. Sulit untuk seorang Flowerrina menemukan sedikit cinta, untuk balasan dari perjuangannya. "Hatimu yang beku membuatku hampir menyerah." Anskara itu kasar. Anskara itu keras. Anskara itu dingin. Anskara itu luka. Tapi, Flowerrina mencintainya. Bukan tentang cinta yang datang karena terbiasa. Tapi karena luka yang membuatnya menjadi biasa. Bertahun lamanya menoreh luka, cukup bukan untuk membuatnya mati rasa? "Jadi, bolehkah aku memberi kehangatan untuk hatimu yang membeku? Karena hatiku sudah terlatih untuk menjadi sekuat baja dan setegar karang." - Flo, gadis pecandu es batu. ___ {don't copy my story or my quote!} ©milaakharima

More details
WpActionLinkContent Guidelines