Keluarga Gokil

Keluarga Gokil

  • WpView
    Reads 1,793
  • WpVote
    Votes 175
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 30, 2020
Yang namanya keluarga itu harus saling mendukung kan? Ngga mungkin banget kalau sebuah keluarga itu adem ayem terus. Pasti ada pasang surutnya. Namun, yang paling penting dari itu semua adalah bagaimana mereka saling dukung, saling bantu, dan bekerjasama mengatasi segala persoalan yang datang. Ini adalah cerita tentang perjuangan sebuah keluarga yang tinggal di sebuah kota metropolitan. Cerita tentang Bu Saodah dan Pak Somad serta anak-anak mereka Arum, Satrio dan Bagas dengan berbagai keunikan mereka. Banyak kisah yang akan mewarnai keluarga Gokil ini, kira-kira kisah apa saja ya?
All Rights Reserved
#8
karmakamaksara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • [TELAH TERBIT] Marriage Blues
  • Tempat Kita Pulang
  • Rainbow
  • Thank You, Erina! (Sudah Terbit)
  • Two Become Sun
  • 𝐊𝐮𝐫��𝐮 𝐊𝐮𝐥𝐯𝐚𝐝𝐡𝐮
  • Karena Kita adalah Keluarga
  • RAPUH!
  • Areumdaun Duo

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines