We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tak Tersampaikan

Tak Tersampaikan

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 18, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Setiap kita pasti pernah istimewah untuk orang lain. Pun setiap kita pernah memiliki orang yang begitu istimewah. Untuk kalian yang belum bisa mengungkapkan nya, mari kita do'a kan. Cerita ini berisi perasaan yang mungkin tidak sempat tersampaikan, atau bahakan tidak mungkin bisa tersampaikan. Selamat bacaa, Salam kenal dariku. Specail Collaboration @FanyMarvionita
All Rights Reserved
#536
kamu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Lovakarta
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Assalamualaikum Imamku
  • Cinta Dalam Do'a | END
  • Kisah Kita Dan Hujan
  • Raina
  • Not A Perfect Husband ✔
  • Still You (END)
  • Antara Jarak Dan Waktu

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines