I N D I G O -BAD SCARS-

I N D I G O -BAD SCARS-

  • WpView
    LECTURAS 16
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, oct 27, 2020
Lukaku ini seperti api yang membara. Tolong lukanya membakar semua jiwaku. Dia... Dia mulai berbisik. Sungguh sangat kencang dan cepat. Aku benci suara itu. PERGILAH KAU DARIKU! Siapapun yang menyembuhkan luka ini... Aku sangat berterima kasih. Dan kisahku akan dimulai. *** Halo semua! Cerita ini aku buat berdasarkan imajinasiku, maaf kalau ada kesalahan pengetikan.. enjoy baca ceritanya~
Todos los derechos reservados
#137
indigo
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dear Fenly || Un1ty
  • Bukan Kita D.A.N
  • Bisikan Hawa
  • Those Who Are Invisible
  • SILENTIUM || End✓
  • CHARMOLYPI [χαρμολύπη] || END✓
  • MY HUSBAND CEO[Completed]

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido