MAYASSA
  • WpView
    Reads 270
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 13, 2023
Mayasfira Anara Bassam, yang kerap kali dipanggil Maya. Ia adalah sesosok gadis bertubuh tinggi dengan badan yang sedikit berisi nan cantik. Mata coklatnya bagaikan sebuah kristal. Hijab yang selalu ia gunakan semakin menambah kecantikannya. Saat ini ia menduduki bangku SMA. Dia adalah sosok yang percaya diri, namun terkadang rasa percaya diri yang ia miliki dapat redup karena suatu hal. Ia mudah sakit hati hanya karena sebuah pendapat seseorang mengenai dirinya, namun hatinya sangat lembut. Dia memiliki sahabat sejak kecil hingga saat ini. Dapat dikatakan mereka seperjuangan. Bahkan tak sedikit yang mengatakan jika mereka kembar karna selalu bersama. Namun, dari postur tubuh lah yang agak sedikit berbeda. Dimana dia mempunya mindset tidak ingin berpacaran, malah dia terjerumus kedalam percintaan yang dimana jatuh kepada murid baru disekolahnya. Apa Maya akan melukiskan sebuah kisah dengan lelaki tersebut, apa akan menghilangkan perasaan itu sejauh-jauhnya?
All Rights Reserved
#253
hijrahcinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • COUPLE GOALS (REVISI)
  • Walk On Major
  • ELGA
  • Cewek Judes Vs Cowok Nyebelin END (TELAH TERBIT)
  • ALESYA (END)
  • Strange Girl  ✔️(Revisi)
  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • MAHA DEWI
  • Davidson || END

"Jangan nangis di depan gue, gue malah nggak suka. Jangan diulang lagi ya." Nadanya melembut juga pandangannya yang melembut menatap Alkena yang menunduk dengan mati-matian menahan air mata yang hampir lolos itu. Tapi, gadis itu tampak bisa bernapas lega, ketika Alan suaranya kembali melembut. Tapi bagaimana bisa sifatnya berubah-ubah, begitu? Alan menyadari, gadisnya itu masih takut padanya. Dirinya ber-inisiatif untuk menghibur Alkena agar ketakutan didalam gadis itu dapat menghilang. "Kamu pendek banget, ya?" tanya Alan. Oke! Ini adalah pertanyaan konyol yang ditanyakan oleh Alan. Gadisnya masih menunduk. "Liat, lo aja nggak sampek sebahu gue. Padahal, Bunda lo tinggi lho, Ayah lo juga tinggi. Kok lo pendek, ya?" ucap Alan menghibur. Tapi, Alkena masih dengan keras kepalanya telah mengabaikan Alan. Gadis itu masih menunduk dengan menahan tawanya, agar tidak pecah di hadapan Alan. "Tapi gue suka lo, banget malahan. Sini peluk gue," goda Alan. Pecah sudah tawa Alkena. Yang membuat Alan tersenyum melihat tawa Alkena.

More details
WpActionLinkContent Guidelines