LOLYTA

LOLYTA

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 28, 2021
"Mungkin ini terlalu cepat, tapi cinta itu nggk ada yg namanya terlalu cepat / terlalu lambat, aku juga nggk seromantis laki-laki di luaran sana, so hari ini, detik ini juga kamu milik aku " ucap dia "Dih kok maksa om-nya " sewot gw "Huh, oke ulang, will you be my girlfriend?" Baru aja mau gw jawab___ "Oke, fix kita pacaran"sambar dia Dia bawa gw ke pelukannya "So sorry and thanks, babe" ucap dia lembut "Gw belum jawab loh"ujar gw "Yaudah, apa jawabannya hm?" "Iya" "Iya, apa? " "Ya, iya aja" "Iya apasih coba yg jelas" "Yes, i'm your girlfriend" jawab gw malu² "Good gurl, eh malu-malu biasanya juga malu-maluin" ejek dia 🔸🔸🔸🔸🔸🔸
All Rights Reserved
#185
arya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tingkat Tiga
  • Love Affair : My Destiny
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Nerd Boy & Absurd Girl [END]
  • AXELLE [END]
  • Possessive Badboy [END]
  • Tokoh Utama
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
  • GALANG [SELESAI]
  • Sahabat Jadi Cinta [ENDING]

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines