GENUS

GENUS

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 11, 2021
Ini adalah kisahku, dimana orang lain selalu mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu. Lain halnya dengan aku yang sedari kecil selalu mendapat siksaan dan omongan pedas dari sang ibu. Sakit. Batinnya sakit. Itu yang dirasakan Genus selama bertahun-tahun, saat mendapat perlakuan kejam dari sang ibu. Jujur, Genus iri kepada sang kakak yang selalu mendapat perlakuan lembut dan kasih sayang dari sang ibu. Tapi, apa boleh buat untuk Genus iri kan. Toh ibunya akan tetap begitu padanya, Hingga akhirnya Genus duduk dibangku SMA, kehidupannya terasa berbeda saat ia harus terjebak dalam lingkaran kehidupan seseorang, sehingga tak disangka hari-hari Genus terasa berwarna tidak seperti biasanya. Siapakah seseorang itu? Apakah dia akan memberikan kasih sayangnya kepada genus? Atau sebaliknya, dia akan menyakiti dan memperlakukan Genus seperti yang dilakukan ibunya? Copyright ©endahcehaaa_
Public Domain
#255
cowokdingin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Rêverie
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Juan [REVISI]
  • Semesta Berkisah (End) | SERI 1
  • My moon My sirius
  • DETECTIVE HUSBAND
  • KIARILHAM【END】
  • Boo&Ay [TAMAT]
  • R E T A K [1] ✓
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines