We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Platinum

Platinum

  • WpView
    Reads 760
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 7, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Pernahkah kamu merasakan rasa senengnya dipertemukan kembali dengan seseorang yang pernah ada dihidupmu, dipertemukan kembali dengan cara yang unik, bahkan sangat unik. Tapi sayang salah satu dari mereka tidak mengingat, lebih tepatnya tidak menyadari kalo memang seseorang yang selalu dengannya adalah seseorang yang ia tunggu dari dulu sampe sekarang. Ini salahnya, salahnya yang tidak ada kabar, salahnya yang tidak mau menjelaskan kebenarannya, salahnya yang tidak mau terus terang, ini memang salahnya. salahnya karna tidak mengikhlaskan dia dengan orang lain. Cerita ini mungkin sulit untuk dimengerti dan tidak ada keterbukaan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love Confession
  • Everything Not Same (Selesai) ✔✔
  • CLOSER
  • DEVIAN [END]
  • Vera Life Story [Completed]
  • ARESHAKEEL [COMPLETED]✅
  • My Cold Brother✔
  • SILENCED AT 302 [END]
  • ALEYA~~
  • Your Presence_END

Siapa yang tak akan jatuh pada pesonanya? Hanya wanita bodoh yang mengabaikan itu. Semua orang tahu bahwa ia adalah pria yang banyak dikagumi semua kaum hawa. Mungkin ia bukan pria satu-satunya, tapi bagi mereka yang mendambanya, pasti akan berbeda kesimpulan. Namun, siapa sangka diantara banyak kaum hawa yang menginginkannya, tak satupun dapat mengetuk pintu hatinya. Ia hanya pria yang belum siap. Belum siap dengan adanya rasa sakit yang bisa kapan saja menghampirinya kembali, ia hanya ingin beradaptasi dengan kehidupannya yang baru. Benar,, itu tak salah. Tetapi justru kehidupan barunyalah yang membuat perubahan, perubahan yang mampu membuat ia melupakan Perasaan yang lalu dengan pejaman mata. Sayangnya, itu masih sulit baginya. Dimana ia harus dihadapkan dengan keraguan, dan rasa takut. Entahlah, mungkin ini akan menjadi hal rumit dalam kisah ini

More details
WpActionLinkContent Guidelines