BELLA VEDOVA

BELLA VEDOVA

  • WpView
    Odsłon 7,009
  • WpVote
    Głosy 268
  • WpPart
    Części 7
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja pt., sty 1, 2021
Perjuangan seorang ibu dalam mengandung hingga melahirkan tidaklah mudah. Hal ini yang dirasakan oleh Bella ketika berjuang sendirian, dari semenjak mengandung hingga proses melahirkan. Bella berjuang mempertaruhkan nyawa demi sang buah hati, dan menahan rasa sakit yang sangat luar biasa, tanpa adanya sang suami tercinta, baik dari keluarga ataupun kerabat lainnya. Meskipun begitu, Bella mampu melahirkan dengan begitu sempurna. Dengan melihat bayi yang sudah terlahir ke dunia, ini merupakan sebuah keberhasilan bagi Bella sebagai seorang ibu. "Kita akan hidup bahagia, meski tanpa adanya ayah kamu ya, Sayang. Ibu janji, Ibu akan berusaha menjadi yang terbaik Buat kamu." Begitulah kata - kata yang dilontarkan oleh wanita cantik itu seraya mendekap tubuh bayi yang mungil dan imut, dengan buliran bening membasahi kedua pipinya yang tiada henti. Mampukah Bella menjadi seorang ibu sekaligus ayah bagi sang buah hatinya? Lantas kemana suaminya, sehingga Bella bersikukuh ingin mengurus anak yang baru lahir dengan sendirian saja? Penasaran kan? ^^ Budayakan vote terlebih dahulu eheh ^,^
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#348
bella
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • We Are Destiny (NEW)
  • OUR FATE || Against Fate 2 [ Mewgulf ] END ✓
  • Runtuh Perlahan :She Is Gone Away
  • SINGLE MOM TO BE
  • ISTRI KEDUA (KOMPLIT)
  • Truth (Edisi Revisi)

🪻DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🪻 🪻WAD (WE ARE DESTINY)🪻 🪻UPDATE SETIAP SABTU & MINGGU🪻 🪻WAJIB VOTE + KOMEN🪻 Menemukan dan merawat bayi yang entah siapa orang tuanya bukan lah hal mudah bagi Shylena, gadis yang baru saja berusia 20 Tahun, di mana tengah sibuk-sibuknya membagi waktu part time dan juga jadwal kuliahnya hingga tidak memiliki waktu untuk quality time sepertinya kebanyakan temannya. "Arghh! kenapa jadi gini sih? ngerawat lo aja udah ribet buat gue, masa mau di tambah anak lagi!" keluh Shylena sambil mengusap air matanya dan menatap bayi berusia sekitar 7 Bulan yang tengah tersenyum kepadanya. "Ini semua gara-gara cowok brengsek itu! harusnya dari awal gue nggak usah berurusan sama dia, terus sekarang gue harus gimana?" gumam Shylena dengan putus asa mengusap perutnya yang masih datar. Tinggal mandiri di kota yang cukup jauh dari keluarganya, bekerja untuk tambahan uang saku, di tambah merawat 1 bayi saja sudah cukup membuatnya baby blues apalagi kedepannya jika anak di kandungannya itu lahir. Membayangkannya saja Shylena sudah tidak sanggup, apalagi harus mengalaminya.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści