Rayan

Rayan

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 2, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
(Cerita ini diikut sertakan dalam event WWC 2020) Anya bertemu kembali dengan teman masa kecilnya di umur 21 tahun. Ia bernama Rayan. Kebersamaan membuat mereka merasakan kenyamanan. Sehingga mereka memutuskan untuk membanggun komitmen "Berpacaran". Namun, ketika Rayan menginginkan hubungannya berada di tahap serius Anya mengatakan belum siap. Perbedaan tempat yang jauh membuat hubungan keduanya sedikit rengang. Ketika Rayan ingin membuktikan keseriusan dab niat baiknya kepada Anya dan keluarga berita Covid-19 masuk di negaranya hingga lockdwon di wajibakan bagi warganya. Menjadikan niat baik Rayan harus diundur hingga waktu yang tak dapat ia tentukan. #WWC2020 #WattpadIndo
All Rights Reserved
#10
rayan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AdeRa [End]
  • Langit Senja (End)
  • Ich Liebe Mama! ✓ [END]
  • Assalamu'alaikum Cinta [END]
  • Berlari Untuk Menyerah [TERBIT CETAK]
  • TitikTemu
  • My teaser Devil Prince✅ [MOVE TO MANGATOON]
  • 3 / 4
  • CERNINDRA [On Going]
  • MAGIC IN CAFE [END]

"Siapa cewek yang paling lo sayangi? awas aja kalo lo jawab 'bunda' lagi," "Rexa," Sial. Gara-gara keinget perkataan Altaf kok aku jadi aneh gini? Sebenernya wajar sih aku kan sahabatnya dari kecil sering kemana-mana bareng jadi ya normal-normal aja kalo dia sayang aku. Kenapa juga perasaanku ikutan berubah? Kenapa aku jadi berharap yang enggak-enggak. Aku jadi sering kepikiran, apa aku pantes buat dia maksudku lebih dari sekedar sahabat. Apa dia cocok buat aku? Apa aku..? Argh.. bisa gila aku lama-lama. Dan sialnya lagi jantung aku kaya ikutan marathon kalo lagi di deket dia. Perasaan dulu gak pernah deh, ni jantung kalem-kalem aja. Apa aku lagi sakit ya makanya gini? Yang gue takutin itu kalo aku suka sama Al. Bukan rasa suka sebagai sahabat yang semestinya atau sekedar perasaan sayang antara temen sama temen. Aih, takutnya dia ketawa kalo aku cerita soal ini. Dulu aku bisa membantah jika aku gak bakal suka dia dengan gampang. Sekarang, alih-alih membantah mengubur rasa itu pun aku tak bisa. No, pokoknya aku gak mau mengakui perasaanku. Oke. Kalo gini aku harus antisipasi, mundur dikit lah. Minimal membatasi diri takutnya kelewatan. Pura-pura gak liat. Pura-pura gak peduli. Gak mungkin kan aku suka sahabat sendiri? Ya, pastinya. Apalagi sekarang Al udah punya Ara. [Cerita ini diikutsertakan dalam WWC2020] Sumber Cover : Pinterest (Adrianne)

More details
WpActionLinkContent Guidelines