Rayan

Rayan

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 2, 2020
(Cerita ini diikut sertakan dalam event WWC 2020) Anya bertemu kembali dengan teman masa kecilnya di umur 21 tahun. Ia bernama Rayan. Kebersamaan membuat mereka merasakan kenyamanan. Sehingga mereka memutuskan untuk membanggun komitmen "Berpacaran". Namun, ketika Rayan menginginkan hubungannya berada di tahap serius Anya mengatakan belum siap. Perbedaan tempat yang jauh membuat hubungan keduanya sedikit rengang. Ketika Rayan ingin membuktikan keseriusan dab niat baiknya kepada Anya dan keluarga berita Covid-19 masuk di negaranya hingga lockdwon di wajibakan bagi warganya. Menjadikan niat baik Rayan harus diundur hingga waktu yang tak dapat ia tentukan. #WWC2020 #WattpadIndo
All Rights Reserved
#245
komediromantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penuaan (Dini) Arlea ✅
  • LATTE : this is one for you [Completed]
  • Affogato (FIN)
  • Ich Liebe Mama! ✓ [END]
  • My teaser Devil Prince✅ [MOVE TO MANGATOON]
  • PHOENIX [TERBIT]
  • AdeRa [End]
  • Warning: Physical Distancing! [COMPLETED]
  • 3 / 4
  • Alkisah di SMA [COMPLETED]

[Diikutsertakan dalam Wattpadindo Writing Challenge] *Comedy-Romance* ××××× -Kala penampilan dan umur tidak sesuai- Mau bagaimanapun Arlea menyanggah, pasti saja lebih banyak yang tetap percaya pada bukti fisiknya. "Ya, beginilah La. Lebih banyak percaya mata dibanding telinga. Terus juga, lo makanya agak mau lah diajak perawatan dikit. biar nggak disangka tua. Udah mah penuaan dini, sifat juga kedewasaan amat." Setidaknya sang kakak mengerti, tapi.... Ia lebih banyak diomeli, sih. "Ck! Kakak tuh yang terlalu berlagak masih ABG, umur dah mau kepala tiga juga," amuknya sambil berlalu menuju kamar. "Bener-bener tuh bocah. Kena penuaan dini." Dirinya terdiam sebentar lalu bergumam, "tepatnya penuaan Arlea."

More details
WpActionLinkContent Guidelines