A²: KARTALA

A²: KARTALA

  • WpView
    LECTURAS 1,854
  • WpVote
    Votos 535
  • WpPart
    Partes 38
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, sep 1, 2024
Adhyastha Dexano, kerap disapa Astha. Sang pengagum gadis apatis yang membencinya. Laki-laki yang menyimpan beribu-ribu luka yang tak pernah sembuh. Hidup Astha hanya seberkas cahaya, sebuah harapan yang mungkin terjadi. Sepertinya tidak, tak ada kata bahagia dalam hidupnya. "Jika memang ini adalah kisah yang indah, lantas mengapa mencintai hal yang menyakitkan?" "Tuhan, izinkan aku untuk memilikinya dan hidup bahagia bersamanya." -Adhyastha Dexano #2- in pendidikan [12/09/2023] #1- in katolik [28/05/2024] A²: Kartala [Adhyastha & Agreya: Seberkas Cahaya] ©AdnanAqia Design cover by Zahran Syafiq
Todos los derechos reservados
#199
katolik
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Matahari
  • Dear My big Bro • On going
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • AYANGNA
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • Grow Up: Mercusuar
  • Edelweiss or Dandelion. (On Going)
  • Adella, Love You! ✔ [TERBIT]
  • Line Of Destiny
  • Destiny Hana [✔]
Matahari

Aditya Baskara benci ketika mengingat acara bunuh dirinya yang tak jadi karena dipergoki oleh seorang gadis cacat kaki bernama Arunika Ahana. Terlebih lagi dengan ucapan sarkas gadis lemah itu. Setelah kejadian itu, Arunika masuk ke dalam daftar jajaran orang yang harus Baskara jauhi. Tapi di kemudian hari, Baskara dengan tak ada harga dirinya malah memohon Arunika untuk memeluknya ketika astraphobia-nya kambuh. Baskara agaknya sudah semakin gila ketika tanpa sadar tiap malam ia selalu rindu akan pelukan Arunika. Sehaus kasih sayang itu kah dirinya? "Itu air buat gue, 'kan?" "Bukan. Ini buat Arvi." "Arvi?" Baskara tersenyum kesal, menatap tajam Arunika. Dia menunduk mensejajarkan kepalanya dengan Arunika dan membawa tangan gadis itu menyentuh rahangnya. "Yang butuh perhatian itu gue, bukan Si Ingusan itu." "Kamu-!" "Gue haus, Aru-haus kasih sayang lo." 23. 08. 2024 [ Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang ]

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido