Story cover for The Last Second by itsweet_creamcake
The Last Second
  • WpView
    Leituras 3,521
  • WpVote
    Votos 864
  • WpPart
    Capítulos 59
  • WpView
    Leituras 3,521
  • WpVote
    Votos 864
  • WpPart
    Capítulos 59
Em andamento, Primeira publicação em out 21, 2020
Maduro
BUKU harian peninggalan Eyang Kakung menyimpan banyak rahasia. Semula hidup Aryo baik-baik saja, hari berikutnya gara-gara tinggal satu atap bersama Profesor Abdul rahasia demi rahasia di masa lalu kembali terkuak, serta beberapa kali mengalami peristiwa tidak wajar.

Tak disangka, Profesor Abdul menyimpan sebuah rahasia tentang harta yang diincar oleh para elite. Petunjuk mereka hanya kertas kosong yang tersimpan dalam amplop dengan lambang garuda muka kencana. Musibah bak banjir bandang sekonyong-konyong menerpa, saat senja mulai berani menampilkan auranya perjalanan panjang Aryo dimulai sejak saat itu.

Berhasilkah Aryo menyelesaikan semuanya atau justru akan mendapatkan hukuman, bahkan bersua dengan kematian lantaran terbunuh oleh waktu?


Mulai ; Oktober 2020
Selesai ; ?
Todos os Direitos Reservados
Índice
Inscreva-se para adicionar The Last Second à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Warisan Gandari, de Jemari_Menari96
19 capítulos Em andamento
"Tidak semua warisan bisa diwariskan dengan damai. Ada yang harus ditanam. Dalam. Dan dikubur. Tapi apa jadinya jika tanah tempat menguburnya justru menganga kembali?" Setelah bertahun-tahun meninggalkan kampung halamannya di dusun terpencil Sekarputih, Gandari Ayu Prameswari kembali untuk menghadiri pemakaman ibunya, Bu Ranupatma, yang meninggal secara misterius - tergantung di pohon kamboja dengan tubuh dililit kain kafan sobek, seperti bekas ritual gagal. Di mata warga, Bu Ranupatma adalah perempuan aneh. Dituduh membawa kutukan dan menjadi penyebab paceklik berkepanjangan. Tapi bagi Gandari, ibunya adalah sosok penuh rahasia, selalu menyembunyikan hal-hal ganjil yang terjadi di rumah. Kini, setelah kembali, Gandari mulai menyadari bahwa ada yang tak beres di desanya: suara-suara yang memanggil dari sumur tua, bayangan yang menari di balik dinding rumah, dan mimpi-mimpi yang selalu diakhiri dengan suara tangisan dari dalam tanah. Hingga sebuah kebenaran terbuka - Gandari ternyata mewarisi kekuatan gaib yang telah mengalir di darah keluarganya selama ratusan tahun. Ia bukan hanya anak dari Bu Ranupatma, tapi penerus terakhir penjaga gerbang antara dunia manusia dan dunia arwah. Sayangnya, kekuatan itu tidak hanya membangkitkan harapan... tetapi juga membangunkan sesuatu yang sudah lama terkubur - Banyu Abang, entitas jahat yang dulu disegel oleh leluhurnya, kini bangkit perlahan, mengincar tubuh Gandari sebagai wadah baru. Dibantu oleh Mbah Darmi, penjaga tua yang dulu berselisih dengan Bu Ranupatma, dan Tari, sahabat masa kecil yang menyimpan rasa bersalah, Gandari harus menghadapi warisan yang tidak pernah ia minta. Satu demi satu, warga desa menghilang. Malam makin panjang. Gerbang di tengah hutan mulai terbuka. Dan rahasia keluarganya... ternyata bukan tentang penyelamatan. Tapi pengorbanan.
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
My Dosen{end} cover
Elizabeth's Past  cover
(Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END) cover
Warisan Gandari cover
Assalamu'alaikum Pangeran Impian  cover
Dimensi Lain cover
Gandakusuma cover
LANGIT MAJAPAHIT cover
[END] Nadia dan Sangkuriang - Twisted Indonesian Folktales cover
(Book 2) Pertarungan Terakhir di Bhumi Javacekwara (END) cover

My Dosen{end}

33 capítulos Concluída

"kenapa kamu masih berdiri disitu seperti patung pancoran,cepat bawa kertas ini,dan saya membawa tumpukan kertas yang satunya"ucap pak ino yang super panjang. "tapi pak..." "saya tidak mau melihat kamu pura-pura tidak peka lagi aressa,cepat bantu saya"ucap pak ino yang mengungkit obrolan lewat WA tadi. Tanpa menjawab essa langsung mengangkat kertas itu dengan sangat hati-hati,sungguh dugaannya benar jika tumpukan kertas yang sudah di tali melebihi kepalanya,bagaimana dia bisa berjalan jika matanya saja tertutup oleh kertas penyampah ini. "berat pak"ucap essa sedikit mengangkat lebih tinggi lagi tumpukan kertas itu. "saya tidak peka aressa"ucap pak ino yang sedang mengikat tumpukan kertasnya. WARNING!!! jangan lupa tinggalkan vote untuk cerita ini yang nggak minat,di minat-minatin yah😀