Bloody Girl

Bloody Girl

  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 10, 2020
Eva berlari secepat yang dia bisa menyusuri koridor sekolah. Menoleh ke kanan juga kiri bahkan sampai berputar ketika berhadapan dengan persimpangan. Menutup mulut mulai terisak saat tak melihat Gavin dimana-mana. Jatung Eva berdegub dengan kencang. Rasanya seperti akan meledak begitu saja jika tidak cepat menemukan penyebabnya merasa ketakutan begini. "Gavinnnn ... ," raung Eva berteriak keras hingga menggema ke penjuru sekolah yang sepi. Eva kembali berlari menahan sesak di dada. Memilih arah lurus menuju gudang mengikuti nalurinya bahwa wanita tadi menarik Gavin ke sana. Eva tak mengerti apa yang terjadi saat ini. Bahkan saat wanita tadi memeluk leher Gavin lalu membawa lelaki itu pergi begitu cepat Eva butuh waktu beberapa detik untuk menyadari. "Gavin," teriak Eva lagi saat melihat sepatu lelaki itu masuk kedalam gudang. Segera berlari berusaha mengejar tak mau terjadi apa-apa. Eva berdiri diambang pintu gudang. Terisak dan terus menggeleng melihat wanita yang berlumuran darah pada bajunya itu memposisikan pisau didekat leher Gavin. Rasanya ingin segera berlari masuk tapi sadar itu akan berakibat fatal. "Jangan," ucap Eva menggeleng dengan pelan. Berusaha menahan lewat nada ucapan ketika wanita itu mulai bersiap menikam Gavin
All Rights Reserved
#1
bagusrasyidah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Find A Way to My Heart (SUDAH TERBIT)
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • twenty six
  • POSESIF MAFIA
  • DELUSI
  • Queen
  • ALTHAZAIN
  • Misi Pelengkap (Tiga)
  • Rahasia Kita [END]

Mimpi adalah bunga tidur. Namun bagaimana jika mimpi menghantuimu, mengekangmu pada setiap sudut kesunyian, menjebakmu tanpa tahu jalan keluar? Mimpi rasa nyata. Masihkah kamu berani tidur? *** Laser kena getahnya juga! Salah sendiri jadi cowok usilnya kebangetan. Mana yang diusilin itu Natusa! Cewek yang ganas banget. Natusa mah manisnya cuma di depan Arjun doang. Laser, kapten futsal yang harus memenuhi "4 Perintah Ratu" kalo mau kalung berharganya dikembaliin. Natusa, punya 2 Jurus Tendangan Maut, dan judes kedua di sekolah setelah Bu Martil. Arjun, idola sekolah yang sebenernya udah capek dikejar-kejar Natusa mulu. Bonong, hobinya buat kepala Natusa meledak. Laser tak habis pikir. Ada ya cewek yang nyatain cintanya ke pohon beringin? Mana dia dikatain kutukan, ditendang, disuruh jemput pake becaklah. Ini namanya perbudakan! Pasrah, pasrah. Demi kalungnya yang dicuri. *** Aku siap mendatangi mimpi kalian di hari Senin, Rabu, dan Jumat...

More details
WpActionLinkContent Guidelines