Jeda
  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 21, 2020
"Untuk apa ada Ruang? Untuk apa ada jeda di dalam hubungan, Jika pada akhirnya akan menyakiti satu sama lain saja? Apakah Ruang hanya alasan karena ia merasa bosan? Kenapa harus ada ruang jika semua bisa di selesaikan bersama?" Batinnya. Logika Kiran mulai bekerja kembali. Ia menghapus air matanya dan menepis bahwa dirinya terluka saat ini. Ia berusaha menutupi rasa sakitnya dengan egosentrisnya yang tinggi. Kiran siap jika Raka tiba-tiba meninggalkannya, ia tak perduli lagi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • You're Mine
  • RAKA [Completed] ✓
  • Di Balik Bayang Asa
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Vericha Aflyn ✔️
  • CAHYA UNTUK MENTARI
  • RAJAWALI
  • Penuh Luka (On Going)

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines