Alan & Aca (On Going)

Alan & Aca (On Going)

  • WpView
    Reads 667
  • WpVote
    Votes 395
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 22, 2022
Ceritanya udah pernah aku publish, tapi aku unpublish lagi. Dan sekarang, mau aku lanjutin. --- Start 8 Desember --- "Alan! Katanya mau nerbangin lampion?" Aca menatap Alan berharap. "Gimana, kalau besok malam?" saran Alan, yang dengan cepat mendapat gelengan. "Nanti malam saja!" seru Aca dengan berjalan menjauh. "Nanti malam, Alan tidak bisa." Aca tersenyum, perih. "Alan selalu sibuk." ||||||||||| Perih yang tak bisa terobati, kini benar-benar dirasakan oleh gadis bermata coklat itu. Mungkin mengakhiri hidup adalah pilihan yang tepat untuk ia lakukan. Dengan kepergian mereka, sungguh, tak ada lagi yang menemaninya, ia sendiri. --- PENASARAN GA SIH? KUYY! LANGSUNG AJA, BURUAN DI BACA!😉 Update setiap hari jum'at, atau 2× seminggu xixixixi
All Rights Reserved
#932
waktu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALANA [REVISI]
  • Me And Myself {Completed}
  • AKSAFA (End)
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Di Balik Bayang Asa
  • Persona
  • About You
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • DiaNda (END)
  • DEVIAN [END]

Angka 17 seharusnya menjadi awal masa indah. Tapi bagi Alana, angka itu justru menjadi kutukan. *** Semuanya berubah sejak ibunya menikah dengan seorang duda yang memiliki satu anak laki-laki. Di malam ulang tahunnya yang ke-17, hidup Alana tak lagi sama. Malam itu merampas cahaya di matanya dan menggantinya dengan gelap yang tak kunjung usai. Sejak saat itu, hari-harinya berubah menjadi mimpi buruk. Alana Maribella, gadis yang riang dan penuh tawa mendadak membisu. Ia belajar menelan tangisnya sendiri, menyimpan luka, menahan takut, dan menutupi pedih hanya demi menjaga orang-orang yang ia cintai tetap tersenyum, meski dirinya sendiri perlahan hancur. Tak pernah ia sangka, hidupnya yang dulu ceria berubah menjadi labirin tanpa pintu keluar. Harapan yang dulu ia rajut kini terkulai, mati sebelum sempat mekar. Apakah Alana akan selamanya terperangkap dalam sunyi dan rahasia? Atau mungkinkah, di ujung luka yang tidak bertepi, masih ada secercah kebahagiaan yang datang tanpa diduga? . "Kalau lo cerita... gue bakal bilang, siapa yang godain duluan." *** #1 in youth #1 in tired . © 2020, Han Revisi 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines