Story cover for Cosinus by rahmaauliiiya
Cosinus
  • WpView
    LECTURES 344
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Chapitres 32
  • WpView
    LECTURES 344
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Chapitres 32
Terminé, Publié initialement oct. 22, 2020
[COMPLETED]

[PLAGIATOR DILARANG MENDEKAT! NANTI KAMU KENA SENGAT! SEKARANG PERGI DENGAN CARA LOMPAT! WhAt?]

***

   Lampu kelap-kelip di sekelilingnya. Alat yang dipegang seperti tongkat ajaib yang berharga seakan nyawanya hanya bergantung di dalam tongkat itu. Teriakan bebas bergema di mana-mana. Di mana semua haru dan senang menjadi satu. Kamu bahkan tak tahu harus berekspresi apa jika menjadi dia.

   Satu persatu dunianya yang cerah pun pudar. Karena hidup tak harus tentang senang-senang dan foya-foya, karena kenyataan yang ada terus menyiksa dirinya. Kamu bahkan tidak tahu harus berbuat apa jika menjadi dia.

   Cobalah rasakan apa yang dia rasakan sementara. Cobalah sedikit demi sedikit berargurmen dengan kumpulan aksara-aksara ini. Siapa tahu kamu tertarik menjadi pelipur laranya dan betah berada di sisinya.

   Atau mungkin bisa menjadi sahabatnya.

Cover by : @nia_designn
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Cosinus à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#550wattpadrekomendasi
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Acha Milik Gara [End], écrit par cloddyxyn
60 chapitres Terminé
[PART DI PRIVAT ACAK. FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] "Udah berani nakal ya lo!" Gara memelototkan matanya. Acha meneguk salivanya susah payah dan nyengir. "Hehe, e-enggak lagi kok. Suer deh," Melihat tampang Gara yang begitu menyeramkan, mampu membuat nyali Acha ciut. "Kak Gara jangan melotot-melotot matanya. Serem tau," cicit gadis itu. "Bodoamat!" "Kalau lo nggak nakal, gue nggak akan berulah. Tapi kayanya lo udah mancing gue buat berbuat lebih sama lo, Acha." Deg "A-Acha janji e-enggak nakal lagi. Ta-tapi kak Gara awas dulu, hehe. Janji ini mah, suer." Acha menaikkan jari telunjuk dan jari tengahnya berbentuk huruf V dengan cengiran yang tampak dipaksakan. Gara tersenyum miring. "Oh ya?" Acha mengangguk kuat-kuat. "Tapi kalau gue pengennya-" Gara menunjuk bibir Acha. Tersenyum miring, lelaki itu melanjutkan perkataannya. "Ini, boleh nggak?" Tanya Gara. Telunjuknya mengusap lembut bibir bawah Acha, yang semakin membuat gadis itu mati ketakutan. AWAS BAPER! 1 #fiksiremaja (05/01/2021) 1 #gramedia (05/01/2021) 1 #lugu (05/01/2021) 2 #nonfiksi (05/01/2021) 2 #acha (05/01/2021) 2 #gara (05/01/2021) 2 #teenfiction (07/01/2021) 1 #sweet (07/01/2021) 1 #lucu (07/01/2021) 3 #posesif (07/01/2021) 4 #novelremaja (08/01/2021) 4 # wattpad (08/01/2021) Cerita dengan tingkat kepolosan yang tinggi, kalau nggak suka nggak usah baca!! Cast hanya sebatas imajinasi saya. Kalian bebas berimajinasi seperti apa. [Belum direvisi, yang kemaren saya nolep] 🕯️ No plagiat please! 🕯️ Saya tantang kalian membaca sampai 5 part. Setelah itu baru kalian boleh memilih untuk lanjut atau tidak! Start : 24 desember 2020 Finish : 7 april 2021
F A K E ? [End], écrit par zeevadeva__
58 chapitres Terminé
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
YOU'R MY FRIENDZONE [Completed] cover
ALASKA #Wattys2019 cover
Acha Milik Gara [End] cover
[END] Blind Rainbow cover
Psychopath vs Indigo (TERBIT)✔ cover
F A K E ? [End] cover
Only You. [END]  cover
NOISY SOUL [Ongoing] cover
Iridescent cover
As Time Allows cover

YOU'R MY FRIENDZONE [Completed]

42 chapitres Terminé

[TAMAT] "Kamu pikir mencintai orang yang salah itu menyenangkan?? Aku pernah dua kali merasakannya dan tidak ingin lagi merasakan sakit hati untuk ketiga kalinya" - Kayla Alfira Hasan - "Setiap orang punya cara untuk ngelindungi seseorang yang mereka sayang dengan cara mereka sendiri. Begitupun juga aku, yang punya cara sendiri buat ngelindungi kamu. Walaupun aku tau ini tindakan yang bodoh dan bisa bikin kamu rapuh dan sakit hati." - Arharir Megantara. Cerita dua remaja yang terjebak dalam zona Friendzone. Keduanya saling mencintai satu sama lain. Tapi Ari harus menunggu gadisnya Kayla lulus sekolah dahulu,karena ia ingin fokus oleh sekolahnya. Ari pun menerimanya dan menunggu Kayla setahun lagi untuk lulus. Hari-hari mereka lalui dengan bahagia dan penuh warna. Sampai akhirnya.. - Story by : Sekarpipit - Cover by : hanan_amalia