2A
  • WpView
    Membaca 3,078
  • WpVote
    Vote 1,031
  • WpPart
    Bab 38
WpMetadataReadLengkap Jum, Agt 4, 2023
Faidhar Ahsa Razeta. Biasa dipanggil Ahsa. Sosok gadis yang baik, peka, dan peduli dengan sesama. Memiliki abang bernama Algis yang hanya beda 2 tahun darinya. Tinggal bersama kedua orang tuanya dan abangnya di rumah sederhana. Suatu ketika takdir mempertemukan Ahsa dengan sosok laki-laki bernama Alam Albyana Dewanto. Sosok yang sejak awal membuat dirinya darah tinggi. Sosok yang membuatnya harus mengeluarkan tenaganya untuk meladeni setiap ucapannya juga perilakunya. Perlahan demi perlahan hal besar terungkap. Hal besar yang menurut mereka adalah anugrah terindah, tetapi juga awal kesedihan mereka. Apakah hal besar itu juga merupakan anugerah terindah bagi orang-orang di sekitar mereka? Atau justru awal dari sebuah bencana bagi Ahsa juga Alam? Meski awalnya kurang menarik, tapi aku yakin sampai endingnya nanti bakalan seru. Langsung baca aja ya! Bantu vote, komen, dan share cerita aku. Terima kasih🙏
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#216
bobrok
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • DANADYAKSA
  • JANGAN CUEK!
  • SyilaDev
  • My Roommate Is a Badgirl
  • 𝐀𝐱𝐬𝐚 𝐀𝐫𝐢𝐧𝐝𝐫𝐚 [𝚃𝚛𝚊𝚗𝚜𝚖𝚒𝚐𝚛𝚊𝚜𝚒]
  • HARBORED Feelings
  • Mushaf Cinta Dari-Nya [ END ]
  • ALGASYA 2
  • ALGASYA ; STEP BROTHER

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan