CANDU
  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 29, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Tak semua cinta wajib untuk memiliki. Terkadang, soseorang datang lalu pergi sesuka hati. Namun diantaranya memilih untuk tetap bertahan lantas melengkapi. Seorang gadis belia bernama Rere Ranita. Gadis periang yang suka akan senja, surau, dan juga cokelat. Ia terikat janji dengan kakaknya. Membuatnya terjebak cinta yang dipaksa. Disebuah angkutan umum, pemuda lain perlahan mampu membuka celah atmanya. Setelah sekian lama membeku, lambat laun tersinari oleh cahaya asmaraloka. Membayangkan senyumannya saja sudah membuatnya berdesir. Tentang komitmen, tentang janji, dan juga cinta. Candu. Ketika jauh darimu hanya semakin menyakitkan.
All Rights Reserved
#107
lovely
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unpredictable Love
  • MEET AGAIN AFTER LEAVING 21+ [END]
  • LEITHLEACH
  • Mirea Revenge
  • A New Beginning
  • Our Story
  • Surrender of Fault
  • Passionate Love (End)
  • ATHABEL (ON GOING )

WARNING: Beberapa chapter terdapat adegan dewasa. Harap lebih bijak dalam membaca. Lili, hanya seorang gadis sederhana yang manis dan pendiam, tidak memiliki riwayat pacaran. Meskipun begitu, ibu nya selalu menyuruhnya untuk segera mendapatkan kekasih. Namun Lili terlalu pemalu, dia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk mendekati pria. Dan entah bagaimana, seorang pria mulai mengganggunya. ----------------------------------------- Rendra tertawa kecil, suaranya terdengar berat dan penuh godaan. "Jika kamu yang berinisiatif menciumku, aku akan pergi." Lili menggigit bibirnya, tangannya gemetar hebat. Matanya yang basah oleh air mata menatap Rendra dengan gugup dan takut. Hening sejenak. Napasnya tersengal ketika ia akhirnya mengumpulkan keberanian, mengangkat sedikit tubuhnya, lalu berjinjit untuk mengecup pipi pria itu. Namun, sebelum bibirnya sempat menyentuh kulitnya, Rendra sudah lebih dulu meraih tengkuknya, menariknya erat ke dalam dekapannya. Tanpa memberi kesempatan untuk mundur, ia menuntut lebih menyapu bibirnya dengan ciuman yang panas dan mendalam. Suara Rendra terdengar serak di antara napas yang memburu. "Bagaimana mungkin aku bisa melepaskanmu setelah dirimu sendiri yang memberikannya padaku, hm?" ---------------------------------------

More details
WpActionLinkContent Guidelines