Story cover for Black Book by annascott859
Black Book
  • WpView
    Reads 410
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 20
  • WpHistory
    Time 1h 11m
  • WpView
    Reads 410
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 20
  • WpHistory
    Time 1h 11m
Ongoing, First published Oct 22, 2020
Mature
Bagi gue, Wattpad adalah rumah kedua. 

Wp emang cuma aplikasi yg impact nya beda" ke tiap kita. Ada yg gunain utk menghayal, ada yg murni berkarya, ada juga yg mau sekedar share ide dan gagasan yang dia punya.

Gue gabisa nulis, serius. Gue cuma bisa mengkritik beberapa tulisan yg ada di WP. Gue alay, gue akuin. Gue gabisa tidur cuma karena kepo ama lanjutan cerita, ending yg bikin mesem" dan sebagainya dan sebagainya.

Tapi gue mau beberapa tulisan yang gue tulis based on film, dokumenter dan cerita di wp ini sendiri yg ngimpact banget ke gue, dibaca lebih banyak orang.

Gue mau muji abis"an author yang ngasih prinsip sederhana ke gue, ngubah mindset dan cara pandang gue ke dunia lewat tulisan ini.

Bagi yang mau baca thanks banget, i love you,, moga kalian enjoy bacanya dan pesannya nyampe. Moga kalian selalu bahagia atas setiap keputusan yang kalian buat, masalah yg nimpa kalian dan gue yakin kita bisa diskusi di lapak gue ini❤
All Rights Reserved
Sign up to add Black Book to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama by BagusNiskala
4 parts Ongoing
Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---
Rival ku,soulmate ku. by YueilishAckerman
16 parts Complete
Eri seorang gadis sekolah menengah yang berumur 16 tahun dan penggemar menonton anime dan membaca manga.Ibu dan ayahnya berpisah sejak dia berusia 7 tahun.Setiap hujung minggu,ibunya datang untuk melawat eri dan membawa eri pergi bersiar2 dengannya.Namun apabila eri berusia 16,Dia tidak lagi tinggal bersama ayahnya,ibunya pula mengambil alih.Oleh kerana dia berpindah tinggal bersama ibunya,dia dikehendaki untuk berpindah ke sekolah baharu juga kerana kediaman ibunya jauh daripada sekolahnya. Apabila dia mendapat khabar bahawa dia perlu tinggal bersama ibunya dan perlu bertukar ke sekolah baharu dia berasa amat gembira dan takut pada masa yang sama kerana dia risau perkara yang sama akan berlaku kembali.Perkara itu sering mengahantui eri. Disebabkan itu,Dia menjadi seorang yang tidak gemar bersosial di sekolah dan menyebabkan dia tidak mempunyai banyak kawan. Setelah tiba disekolah baharunya,Eri enggan untuk keluar dari keretanya.Dia berasa sangat takut,Puan illyana yaitu ibunya memeluk eri dan memberi semangat kepada anaknya.Pada hari pertamanya smua perkara berjalan dengan lancar.Masuk minggu ke dua,Dia datang ke sekolah lewat kerana dia terbangun lambat akibat menonton anime kesukaannya.Dalam situasi yg sangat mencemaskan, tanpa sengaja dia terlanggar seorang lelaki yang ingin lalu ke arah yang bertentangan dengannya.Bukunya habis jatuh dan kertas-kertas habis berterbangan."hish time aku kalut laa,kau nak lalu sini memang takdak jalan lain ka macam mana?" Bisik hati eri. Lelaki itu pula meninggalkan eri tanpa rasa bersalah."eh jap hada itula laki yang aku bgitahu kau tdi"kata eri. "Kau tahu tak dia kelas mana?" Kata eri lagi. "Taktahu la pulak,aku tak pernah pun nampak dia"balas hada yaitu kawan baik eri.Dan dari sini lah bermula penyiasatan eri dan hada yang ala-ala detective conan...
Shanarqie by qielbiel
55 parts Complete
"Mohon maaf. Saya tidak bersedia untuk pacaran. Saya bukan lagi anak SMA yang bertahun-tahun pacaran and end up with nothing. Jika kamu sungguh mencintai saya, Lamar saya kepada orang tua saya" Jangan tertipu. Itu bukanlah kalimat permintaan. Tapi merupakan kalimat Penolakan. Firla Ishana Saphira, calon dokter itu selalu menggunakan kalimat tersebut untuk menolak pria yang menyatakan cinta kepada dirinya. Beberapa pria yg telah mendengar kalimat ini sebelumnya akan langsung menghilang begitu saja. 25 diantaranya nekat melamar kepada orang tua shana. Mereka berasal dari berbagai kalangan. Ada yg berprofesi sebagai pengusaha, pegawai BUMN, dokter spesialis, perwira dari angkatan darat, udara, kepolisian. Sayangnya, orang tua Shana menolak lamaran mereka semua. Alasannya? Tidak ada yg tau. Tapi Shana akan melonjak berseru kegirangan tiap kali orang tua nya menolak pria yg melamar dirinya. Dia bisa lepas dari jeratan pria melalui tangan orang tuanya tanpa harus merasa bersalah dengan pria tersebut. Ya, Shana tidak butuh pria. Siapa yg butuh kalau dia sudah sangat bahagia dengan hidup yg dijalani nya saat ini? Bagi Shana, berurusan dengan pria hanya akan membawa penderitaan. Love is Bullshit, prinsip itu yg membuat Shana menjadi wanita yang berhati dingin dan sangat menghindari ikatan percintaan. Tidak ada yg menyangka bahwa sikap Shana sehari-hari yg sangat ramah, hangat dan welcome dengan setiap pria yang mencoba mendekatinya akan sangat berbanding terbalik dengan hatinya yg membeku dan tak dapat disentuh laki-laki manapun layaknya Kutub Selatan. Begitulah Shana, baginya 'No love, no problem'. Hingga beberapa pria tampan, Perwira dari Akademi Kepolisian, masuk ke dalam kehidupan Shana dan mulai menimbulkan banyak kekacauan pada kehidupan damai yang selama ini selalu dijaga oleh Shana. Adakah yg mampu menembus pertahanan Shana? Bagaimana caranya menaklukkan dinginnya Kutub Selatan yang nampak bagai Gurun Sahara? Based on true story.
Di Bawah Cahaya Lampu Kota  by jasmine_imelda
17 parts Ongoing
Cinta pertama selalu indah, tapi tidak semua cinta pertama diciptakan untuk dimiliki. Aku belajar itu sejak mengenalnya. Dia adalah satu-satunya alasan aku selalu menunggu senja, hanya untuk melihat siluetnya di bawah lampu kota. Tapi aku tahu, aku dan dia tidak pernah bisa berjalan di jalan yang sama. Karena perbedaan kami bukan sekadar jarak, melainkan keyakinan. Semakin aku berusaha melupakan, semakin kuat rasa itu menjerat,hingga suatu hari. Hadir seorang gadis lain. Pintar, cantik dan seagama dengannya. Ia terlihat begitu cocok di sampingnya, bahkan wajahnya sekilas mirip dengannya. Sedangkan aku? Aku hanya menonton dalam diam, yang aku tahu sejak awal cerita ini tidak pernah ditakdirkan untukku. Di saat aku hanya bisa mengagumi dalam diam, dia punya kesempatan untuk menggenggamnya. Dan mungkin, itu memang akhir yang seharusnya. 🌸✨ WARNING AND DISCLAIMER ✨🌸 Cerita ini adalah hasil dari pikiranku, hatiku, dan waktuku. Semua tokoh dan alur adalah karya original yang aku tulis sendiri dengan penuh cinta. Mohon untuk tidak menyalin, mengambil bagian dari cerita ini tanpa izin dan mempublikasikan ulang isi cerita ini dalam bentuk apa pun tanpa izin. Aku tidak meniru karya dari siapa pun , semua berasal dari imajinasiku sendiri. kalau kalian melihat ada yang memplagiat, tolong bantu laporkan 🌷 Kalau kamu suka, cukup dukung dan baca dengan hati. Karena setiap kata yang kutulis... ada rasa di dalamnya 💌 Silakan beri kritik atau saran dengan bahasa yang lebih baik. Kalau mau menghujat karya saya maaf, ini bukan tempat untuk kamu melakukan hal seperti itu 💐. start : 5-9-2025 end :- ( slow update ) 🌸♡ - Cover By Qhiestyna - 🌸♡
You may also like
Slide 1 of 9
ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama cover
Eyes Contact [Jefri Nichol] cover
Unspoken Things  cover
Rival ku,soulmate ku. cover
Shanarqie cover
Another Level cover
Tania cover
𝐇𝐢𝐤𝐚𝐲𝐚𝐭 𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐏𝐚𝐬𝐩𝐮𝐫𝐢 [𝐂] cover
Di Bawah Cahaya Lampu Kota  cover

ALEA: Gerbang Ketiga-Di Balik Pintu Tak Bernama

4 parts Ongoing

Hujan jatuh di kota itu seperti benang tipis dari langit, memantulkan lampu neon yang berkedip lelah. Di persimpangan jalan, seorang lelaki berdiri dengan payung miring. Matanya mengikuti sosok perempuan yang berjalan cepat, menunduk, seolah menghindari dunia. Ia tak mengenalnya. Tapi jantungnya memukul seperti lonceng tua yang pernah ia dengar di tempat yang tak pernah ada di peta. Pasar malam di pusat kota menyala dengan warna-warna hangat, tapi suara penjualnya lenyap. Lampion bergoyang tanpa angin. Dan di sela-sela kerumunan yang tiba-tiba membeku, mata perempuan itu-mata yang sama seperti di hutan yang dulu ia tinggalkan-menatapnya. Di ujung sebuah lorong, bioskop tua berdiri sendirian. Dindingnya berlumut, pintunya berdebu, tapi dari celahnya keluar denyut cahaya yang tidak berasal dari proyektor. Pintu itu tidak ada kemarin. Dan besok, mungkin akan hilang lagi. Di rel kereta yang berkarat, cahaya asing turun seperti aurora yang tersesat. Bayangan-bayangan panjang menari di aspal, memanggil nama yang sudah lama tak diucapkan. Di sebuah gang buntu, sebuah toko buku yang tak pernah buka di siang hari menyimpan peta kota yang tidak pernah dicetak. Dan di bawah tanah, pasar gelap menjual kompas yang selalu menunjuk ke arah yang salah. Langit retak di atas jembatan. Retakannya halus, seperti kaca yang dicakar dari sisi lain. Di baliknya, bukan hanya bintang, tapi hutan dengan akar yang menjuntai, menggapai kota seperti jemari yang lapar. Di tengah semua itu, ia berdiri. Ia-yang dulu meninggalkan segalanya di hutan tak bernama-kini kembali, bukan sebagai Alea, tapi sebagai seseorang yang dipanggil Katiya. Ia tidak ingat siapa dirinya. Tidak tahu mengapa setiap langkahnya membuat kota ini makin kehilangan bentuk. Dan di ujung segalanya, ada pintu. Pintu yang tak bernama. Pintu yang hanya terbuka sekali-dan menuntut satu jiwa untuk menutupnya. ---