First Time

First Time

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 22, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Makasih banyak" "Nama lo" "Adelyn Evelyn, lo Ghazi kan?" "Iya" jawabnya singkat. "Ko bisa ada di sini? Nguntit ya?" Tuduh Adeline. "Kalau iya kenapa?" Jawab Ghazi dan tak berselang lama Ghazi membuka kembali mulutnya. "Tulis" Lanjut pria itu sambil menyodorkan hp berlogo buah. "Hah nulis apa?" bingungAdel. "Nama anak kita" "lo gila?" "Iya gila karna liat mata lo." "Dih serem." "Ck, cepet tulis" "Yang jelas dong tulis apa?" "Nomber sama id line kamu sayang" ucap nya sambil mengedipkan mata. "Dih ga cocok lu ngomong gitu." ucap Adel sambil mencoba memokuskan wajahnya yang memerah ke hp cowo itu. "Udah?" "Nih udah" "Makasih calon masa depan." ucap Gazhi sambil meinggalkan Adel dengan wajah memerah dan jantung yang sepertinya tidak sehat. Pertemuan yang tidak di sengaja antara Ghazi dengan Adeline ternyata membuat Ghazi terjerumus pada kisah cinta yang akan membuatnya tahu dan merasakan sendiri apa itu cinta pada pandangan pertama. "Jika kepopuleran hanya bisa mengekang kebebasan, lebih baik menjadi orang biasa yang bisa bebas seperti burung di udara." Adelyn Evelyn Geraldine. "Jika kepopuleran ini tidak bisa memikat hatimu bagaimana dengan cinta dan perhatian yang aku berikan?" Ghazi Al Gibrani.
All Rights Reserved
#211
uwu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • KEYNANDO™ ✔
  • ALGARES [Hiatus]
  • Sweet Combat
  • Dusk In Your Eyes
  • ALVANSA [Completed]
  • ANELKA CALVARY
  • ON SIGHT (Completed)
  • Cuaca

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines