the youngest child

the youngest child

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 5, 2020
seorang anak bungsu yg sangat ceria dan jahil hingga menjadi kejam akibat sebuah insiden! "Karla,abang,ayah ayo makan dulu baru berangkat yah" ucap mama Karla yg selalu exstra sabar menghadapi perubahan keluarga kecilnya "hm, iy ma" itu lah kata² Karla yg bisa diucapkan untuk menutupi kesedihannya Karla dan Abang nya duduk di meja makan yg sudah tersedia tiba² papa mereka datang "jangan selalu seperti itu ma jika kau masih merasakan sakit" papa memang selalu menasehati keluarga nya walau dia juga sedang larut dalam kesedihan faktor apa yg membuat mereka berubah??yukk kepo in ceritanya jangan lupa like dan follow thx you<3 |~ini pemikiran aku sendiri kalau ada yg sama bisa bilang ke aku di Ig aku @trvsya._ ~| •mungkin akan berterbaran typo jadi mohon dimaklumi:)• •do'akan bisa up setiap hari<akan ku usahakan>•
All Rights Reserved
#43
rendra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • Kelas A [End]
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Rahasia Dibalik Seragam
  • ALEYA~~
  • WHY ARE YOU EVILL !!!
  • Karena Kamu Rumahnya
  • [BL] Sudden Omega

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines