Story cover for RACHEL  by Dian_1124
RACHEL
  • WpView
    LECTURAS 51
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 51
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado oct 25, 2020
Kisah seorang gadis remaja, tetapi bukan tentang persahabatan yang selalu mengundang canda tawa. Bukan pula tentang keluarga yang harmonis, apalagi penuh kebahagiaan. 

                              RACHEL AZMIRA 

Mungkin orang-orang mengenalnya dengan nama Rachel. Sosok gadis yang terlahir dari keluarga kaya raya, meski kekayaan yang dimiliki tak sedikit pun memberikannya kebahagiaan. 

Awalnya dia adalah gadis yang sangat ceria, sopan, dan cerdas. Tetapi hidupnya berubah semenjak kematian sang ibu 1 tahun yang lalu. Semenjak saat itu, dia lebih suka menghabiskan waktu sendirian, dia gadis yang bodoh, dan selalu menjadi bahan bully-an semenjak ia pindah sekolah ke jakarta. 

Sepi, sunyi, hening, diam ...
Dunia bagai mati, tidak ada kehidupan 
Tidak ada rasa, hampa...
Entah mengapa Rachel merasa 
Dunia tidak adil padanya...

Apakah dia akan memiliki teman, yang bisa mendengarkan curhatannya? 
Akankah hidupnya menjadi lebih baik, atau sebaliknya?
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir RACHEL a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Trust cover
ARGA [Completed] cover
ARGA [TAMAT] cover
The Innocent Girl (Salsa)  cover
9 Eternity || SEGERA TERBIT cover
Avoid Cold Boy // SELESAI✔️ cover
KEPERGIAN SENJA cover
Fake Nerd [END] cover
Rapuh Lalu Retak (RLR) cover

Trust

54 partes Concluida

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.