Roda Kelam

Roda Kelam

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 4, 2020
--Duka mendalam tak terkira tatkala Salim mendapat kabar jika istrinya ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa-- Tak secerah langit kota Depok sore tadi, Salim turun dari bus disambut rintik air hujan yang menerpa wajahnya yang mulai keriput. Adzan magrib mulai terdengar bersahutan, lampu-lampu mulai dinyalakan. Setelah mampir ke beberapa toko untuk membeli roti dan beberapa jenis buah kesukaan Putrinya, Salim melanjutkan perjalanan. Tak sabar rasanya ia ingin melihat Aulia yang hampir dua bulan tidak bersua. Dengan sedikit berlari Salim sesekali melompati kubangan air dijalanan komplek perumahan yang ia tinggali. Tepat disebuah perempatan Salim menghentikan langkahnya. sejenak ia memandang kearah bangunan tanpa pagar yang hampir tak terlihat karena tertutup rindang pohon jambu dan juga rumput yang tak terawat. Disudut bangunan terlihat gadis belasan tahun yang sedang duduk termenung sambil sesekali menoleh kesekitar seolah menunggu sesuatu. Salim berjalan menuju rumah dimana putrinya Aulia sedang gelisah menantinya. "Papa?" Teriak Aulia setelah Salim tiba didepan halaman.
All Rights Reserved
#146
rumahtangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAMPOENG KOERAWA
  • ARIEANNA
  • As Your Wish  ☆End☆
  • Bayang Tebing Watu Jaran
  • Persona
  • Dark Angel [END]
  • Harga Untuk Luka
  • ALGENTA
  • KATYA & SADDAM (Short Story)

[END] Kampoeng Koerawa-salah satu kampung pemukiman padat dan rata-rata isinya kaum adam berada di dalah satu kota daerah Jawa Timur. Lalu ditengah-tengah kampoeng tersebut terdapat janda muda, cantik, memiliki satu anak, dan menjadi kembang kampoeng tersebut. Yang paling ikonik lagi disana, rumah warna kuning paling pojok berukuran enam kali enam luas bangunannya di pertigaan ditinggali lima bersaudara laki-laki yang memiliki nama belakang pandawa. Terdapat kisah cinta terumit diantara salah satu anak pandawa dengan janda tersebut "Emoh," jawab Salsabila, lalu mengecup bibirnya karena kampungnya sepi di tengah malam ini. "Ekhem," dehem Triswara dari balkon lantai dua rumahnya melihat kakaknya tengah membuayai janda muda kampung. Salsabila kaget karena ada yang melihat aksi nakalnya baru saja, ia malu langsung masuk ke dalam rumah. "Cok ganggu ae awakmu iki." kesal Dwiko. © akseraaaa, 2024.

More details
WpActionLinkContent Guidelines