Sepeda Biru

Sepeda Biru

  • WpView
    Reads 696
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 9, 2015
Ya, dulu aku sangat tidak menyukainya. Tetapi kini aku menyadari suatu hal yang membuatku mengerti bagaimana menerima dan melepaskan. Membuat aku memahami kata tulus dan ikhlas yang selalu di ajarkan oleh Nabiku. Juga membuatku mengerti bagaimana berbuat kesabaran sebagaimana yang selalu di tunjukkan Nabi Muhammad SAW.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terjebak Nostalgia
  • SasuHina - Love Story
  • N O R A [on going]
  • Rasa Yang Tidak Tersampaikan
  • kau bukan rumah
  • Tentang Kita
  • My Lovely Heart
  • The Story Only I Didn't Know
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • The Endpoint

Terkadang terlalu peduli itu sakit, sama halnya yang aku lakukan dulu. Aku terlalu bodoh, karena aku selalu menunggu mu yang tak kunjung datang. Hatimu yang tak lagi untukku. Padahal sejatinya ada dia yang mencintaiku dan menyayangiku tulus tanpa pamrih. Terimakasih atas luka yang kau beri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines