Twilight

Twilight

  • WpView
    Leituras 342
  • WpVote
    Votos 156
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização ter, out 12, 2021
"Aku hanyalah senja yang menampilkan semburat jingga, bukan malam tempatnya ribuan bintang bersinar." * * * Semuanya terasa seperti ilusi. Tidak nyata dan membingungkan. Tapi pertemuan itu terasa indah. Meskipun senja yang seharusnya menjadi saksi hanya bisa bungkam. Bukankah itu sebuah lelucon untuk mengatakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Bahkan aku sendiri tidak yakin dengan apa jenis perasaan ini. Di satu sisi aku merasa bersalah karena mengintainya dari jauh. Di sisi lain aku terlampau penasaran dengan apa yang dia lakukan dikala senja itu. Tidak menarik mungkin melihatnya hanya terduduk menatap luasnya lautan. Tapi, tidak terasa baik saat tidak melihatnya. ___________________ •Cerita ini murni dari imajinasi author dan bersifat fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, latar, dan alur cerita itu adalah sebuah ketidaksengajaan. •Cerita ini dibuat dengan tujuan menghibur dan tidak bermaksud merugikan atau menyinggung pihak manapun. •Dilarang keras memplagiat seluruh isi cerita. Pembaca yang baik tahu bagaimana cara menghargai sebuah karya. •Selamat menikmati! I hope you will like it• - Dipublikasikan sejak 07/08/2021 ©Kimmy Mouse.
Todos os Direitos Reservados
#118
ambisi
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Zenna Story
  • Atarangi. {Selesai}
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • Setia Di Hati (Selesai)
  • KIARA [End]
  • Remember You - {On Going}
  • Stop It, Darka! [END]
  • LINE OF DESTINY
  • Feeling Senja Pink

Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo