ALKAY [END]

ALKAY [END]

  • WpView
    Reads 53,619
  • WpVote
    Votes 5,548
  • WpPart
    Parts 78
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 4, 2021
Follow dulu sebelum membaca !!! Update setiap hari jika tidak ada kendala "Kay, gue belum selesai ngomong," tukas Alpha, dan membuat Kaylee langsung mengalihkan pandangannya ke arah Alpha yang sedang berdiri dihadapannya. "Ya udah cepetan selesaikan omongan lo," kata Kaylee dengan nada malas, sungguh ia sangat kesal dengan sikap Alpha beberapa menit lalu. Baru saja membuatnya terbang di angkasa, dengan cepat menjatuhkannya ke dasar jurang. Alpha kembali duduk berlutut di hadapan Kaylee dengan setusuk bakso yang sedari tadi ada di tangannya. "Teruntuk Kaylee tersayang wanita jelmaan kuyang, lo mau enggak jadi pacar gue?" tanya Alpha penuh harapan sembari menyodorkan setusuk bakso yang ia pegang kepada Kaylee. Kaylee menepuk jidatnya, lalu ia menggeleng-gelengkan kepalanya. Pria di hadapannya ini hampir saja membuatnya ingin bunuh diri saat ini juga *** Kalian pilih mana? Punya pacar yang romantis , dan protektif atau punya pacar yang cuek, tidak peka tapi sebenarnya sangat menyayangi kalian hanya saja gengsinya setinggi Neptunus. Terbayang tidak, kalau kalian berpacaran tapi, selalu diisi dengan pertengkaran kecil. Seperti inilah kisah ini, sebuah kisah sepasang kekasih yang sama bobrok, dan labilnya yang hari-harinya selalu di isi dengan sebuah pertengkaran kecil. Hingga pada suatu saat datanglah seseorang teman dari wanita yang merusak hubungan mereka. Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya? Apakah mereka bisa mempertahankan hubungan mereka? 17 + (Mengandung konten kekerasan fisik ataupun verbal. Harap bijak dalam memilih bacaan) Cover By : Pinterest
All Rights Reserved
#440
sahabat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Vericha Aflyn ✔️
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • BULAN [END]
  • Surat Untuk Andiny {TAMAT} ✓
  • ANANTA [COMPLETED]
  • SLOWLY
  • Be with you
  • KANARA [COMPLETED]
  • Arsyilazka

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines